Sekolah Rakyat Butuh 1.600 Guru dan Tenaga Kependidikan
Senin, 19 Mei 2025 | 19:48 WIB
Malang, Beritasatu.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan Sekolah Rakyat yang akan digulirkan butuh sebanyak 1.600 guru dan tenaga kependidikan untuk tahun ajaran 2025/2026.
Jumlah tersebut diproyeksi dari rencana operasional 53 Sekolah Rakyat yang saat ini sedang direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di berbagai wilayah Indonesia.
"Kalau misalnya mengajukan 53 titik sekolah, itu asumsi dibutuhkan sekitar 1.000 guru. Ditambah kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya, bisa sampai 1.600 orang,” kata Saifullah, Senin (19/5/2025).
Gus Ipul menegaskan setiap calon guru dan tenaga kependidikan akan menjalani pelatihan peningkatan kompetensi sebelum ditugaskan di Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pengajaran yang optimal sebelum terjun ke lapangan.
“Pasti ada pelatihan kepada tenaga pendidik Sekolah Rakyat. Ini untuk memastikan kinerja mereka sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Rekrutmen tenaga pendidik akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama dari jalur ASN dan PPPK.
Para calon guru dan kepala sekolah harus memenuhi kualifikasi tertentu, termasuk kemampuan bahasa Inggris dan kesiapan mengikuti wawancara seleksi.
"Kami sedang mematangkan mekanisme rekrutmennya. Tidak bisa sembarangan, karena harus sesuai dengan desain pembelajaran yang sudah dirancang,” pungkas Gus Ipul.
Sekolah rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk menyediakan akses pendidikan bagi warga miskin dan miskin ekstrem. Sebanyak 53 lokasi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia siap dibuka pada Juli 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




