Marak Beras Oplosan, Mentan: Kami Tidak Main-main Ungkap Kasus Ini
Selasa, 15 Juli 2025 | 17:55 WIB
Kediri, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman minta kepolisian dan jaksa agung mengungkap praktek beras premium yang dioplos. Menurutnya, beras premium oplosan tersebut merugikan negara hingga hampir Rp 100 triliun setiap tahunnya.
"Tercatat ada 212 merek produsen beras premium yang melakukan praktek oplosan. Saat ini sudah puluhan produsen merek beras yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Kami tidak main-main dengan adanya kasus tersebut karena merugikan negara Rp 99 triliun lebih setiap tahunnya," kata Mentan Amran saat bertemu dengan ribuan petani di Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/7/2025).
Sesuai program Presiden Prabowo tentang swasembada pangan, mentan terus memberikan kemudahan kepada para petani, baik untuk bibit, pupuk agar hasil panen bisa meningkat.
"Alhamdulillah panen padi tahun ini mencapai 46 juta ton, yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah. Tentunya kita akan terus mendampingi petani agar hasil panen terus meningkat," imbuh Amran.
Dalam acara temu dengan ribuan petani tebu dari Jawa Timur, serta beberapa daerah penghasil tebu tersebut, mentan juga mengajak petani tebu untuk terus meningkatkan hasil panen tebu, guna menuju swasembada gula nasional.
"Jawa Timur merupakan penyumbang gula nasional hingga 50% lebih karena luas lahan tebunya mencapai 265.000 hektare. Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita semua harus berkolaborasi dan bekerja sama, agar target swasembada gula bisa terwujud," tutup Mentan Amran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




