ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Beras Premium Langka di Balikpapan, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Senin, 11 Agustus 2025 | 21:12 WIB
FA
SL
Penulis: Fuad Iqbal Abdullah | Editor: LES
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud memeriksa stok beras premium di salah satu gudang distributor beras di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin 11 Agustus 2025.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud memeriksa stok beras premium di salah satu gudang distributor beras di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin 11 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Fuad Iqbal)

Balikpapan, Beritasatu.com –  Terungkapnya kasus beras premium oplosan yang tidak sesuai spesifikasi berdampak pada kelangkaan stok beras premium di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi ini memicu panic buying di masyarakat, sehingga sejumlah distributor terpaksa membatasi pembelian.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa distributor beras premium, salah satunya di Jalan Mayjen Sutoyo. Di lokasi tersebut, baru saja masuk pasokan beras premium asal Pulau Jawa sebanyak 75 ton.

Biasanya, stok sebesar itu mampu bertahan dua hingga tiga minggu. Namun, sejak kelangkaan terjadi, pasokan 75 ton tersebut kerap habis dalam waktu kurang dari tiga hari.

ADVERTISEMENT

Pemilik distributor, Yudi Hartanto, mengungkapkan pihaknya bersama distributor lain telah sepakat membatasi pembelian guna mencegah kelangkaan lebih parah.

“Hari ini stok kami ada 75 ton. Kami bagi kuotanya untuk pengantaran dan penjualan langsung di tempat. Yang penting jangan panic buying, karena stok berapa pun pasti habis jika itu terjadi,” ujar Yudi, Senin (11/8/2025).

Yudi menambahkan, pembatasan pembelian diberlakukan yakni satu karung beras ukuran 25 kg per orang dan maksimal tiga kemasan ukuran 5 kg. “Kalau tidak dibatasi, stok akan cepat habis. Pagi tadi saja sudah ada gelombang panic buying,” katanya.

Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Rahmad Mas’ud meminta warga tetap tenang karena stok beras medium masih melimpah di pasaran, termasuk di gudang Bulog.

“Kami bersama Dinas Perdagangan ingin menyampaikan kepada masyarakat, jangan panic buying,” tegas Rahmad.

Kelangkaan beras premium di Balikpapan diduga akibat keterlambatan distribusi dari daerah pemasok seperti Pulau Jawa dan Sulawesi. Selain itu, isu beras oplosan membuat jumlah pemasok beras premium yang beroperasi semakin berkurang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT