ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Soal Antrean Pelabuhan Ketapang, DPR Bakal Minta Keterangan Menhub

Senin, 21 Juli 2025 | 12:50 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Truk antre di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk hingga Jumat 18 Juli 2025 malam.
Truk antre di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk hingga Jumat 18 Juli 2025 malam. (Beritasatu.com/Rizky Hidayat)

Jakarta, Beritasatu.com- Antrean kendaraan memanjang di akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi,Jawa Timur memicu kritik tajam dari Komisi V DPR RI.

Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro mengatakan antrean tersebut merupakan gambaran paling kasatmata dari rapuhnya ekosistem pengawasan penyeberangan Jawa–Bali.

"Di balik kemacetan itu ada satu persoalan yakni puluhan kapal mendadak dinyatakan tidak laik jalan setelah serangkaian inspeksi ketat pascainsiden tenggelamnya sebuah kapal penumpang Tunu Jaya Pratama di Selat Bali pada awal Juli lalu," ungkap Syafiuddin yang juga politisi PKB ini kepada Beritasatu.com, Senin (21/7/2025).

ADVERTISEMENT

Syafiuddin mengatakan pengawasan yang dilakukan Kementerian Perhubungan terhadap kelayakan kapal penyeberangan diduga terlalu longgar dan baru diperketat setelah insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Dia mempertanyakan  fungsi pengawasan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang lalai dalam mengantisipasi risiko armada tak laik jalan.

"Saya akan berdiskusi dengan anggota komisi V agar Komisi V DPR RI memanggil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut untuk dimintai keterangan terkait situasi ini," jelas Syafiuddin

Menurut Syafiuddin rangkaian peristiwa antrean kendaraan ini  bukan semata konsekuensi teknis pemeriksaan kapal, melainkan akumulasi kelengahan panjang dalam pengawasan keselamatan. Pemeriksaan yang baru diperketat setelah terjadi musibah menegaskan bahwa standar laik jalan tidak dijaga secara preventif.

"Akibatnya, begitu armada tersortir, daya angkut lintasan Ketapang–Gilimanuk turun tajam. Setiap slot keberangkatan menjadi rebutan, waktu putar (turn-around) kapal memanjang karena pembatasan muatan, dan backlog kendaraan tumbuh lebih cepat daripada kemampuan sistem menyerapnya," jelas pria asal Bangkalan, Madura ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemacetan panjang masih terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk hingga Jumat (18/7/2025) malam. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi, akibat inspeksi teknis kapal yang dilakukan Kementerian Perhubungan di dermaga LCM.

Memasuki hari ketiga, ribuan kendaraan, terutama truk logistik, masih tertahan di Jalan Nasional Situbondo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan TNI terus mengatur lalu lintas secara bergiliran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon