DPR PDIP Dorong Diplomasi Arsip untuk Selesaikan Konflik Ambalat
Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka, menilai diplomasi arsip dapat menjadi salah satu cara untuk menangani sengketa wilayah Ambalat di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ia mengingatkan bahwa kedua negara pernah berkolaborasi sebagai pengusul bersama (joint nomination) untuk arsip pendirian ASEAN sebagai ingatan kolektif dunia atau memory of the world (MOW).
“Tentu saja kita sangat berharap prinsip-prinsip penting dalam pendirian ASEAN 58 tahun lalu kita perjuangkan,” kata Rieke di gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2025).
Rieke mendesak otoritas Indonesia dan Malaysia kembali memegang prinsip ASEAN dalam menyelesaikan sengketa Ambalat maupun persoalan lainnya, mengingat kedua negara bersama-sama mengusulkan arsip pendirian ASEAN ke UNESCO.
Menurutnya, penetapan lima warisan dokumenter Indonesia sebagai memory of the world oleh UNESCO pada April 2025 sangat tepat di tengah memanasnya situasi geopolitik dan geoekonomi global. Ia menekankan pentingnya komitmen menyelesaikan konflik dengan mengedepankan perdamaian, menghormati kedaulatan, nonintervensi, penyelesaian damai, penolakan kekerasan, dan kerja sama efektif.
Dalam sidang umum UNESCO pada 17 April 2025, Indonesia berhasil mencatatkan lima warisan dokumenter sebagai MOW Unesco, yaitu Arsip Kartini, Arsip Pendirian ASEAN, Arsip Seni Tari Khas Jawa Mangkunegaran, Naskah Syair Hamzah Fansuri, dan Naskah Sang Hyang Siksa Kandang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




