Kumpulan Doa dan Selawat untuk Maulid Nabi Muhammad SAW
Jumat, 5 September 2025 | 07:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya peringatan kelahiran sang Rasul, tetapi juga momentum penuh berkah untuk memperbanyak doa dan selawat.
Pada bulan Rabiulawal ini, setiap lantunan doa diyakini lebih mustajab, menjadi jalan untuk meraih cinta Allah dan syafaat Nabi di hari akhir.
Keutamaan Berdoa di Bulan Maulid
Dilansir dari laman NU Online, bulan Rabiulawal memiliki kedudukan istimewa karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Peringatan maulid sudah lama dijadikan sarana memperkuat cinta kepada Rasulullah sekaligus memperbanyak amal kebaikan.
Ulama menjelaskan bahwa memperingati maulid dengan doa, zikir, dan selawat adalah bagian dari bentuk syukur atas hadirnya Nabi di muka bumi. Rasulullah adalah pembawa risalah Islam yang menyelamatkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya.
Berdoa dan berselawat di bulan ini diyakini memiliki banyak keutamaan. Selain mempertebal iman, doa yang dipanjatkan di bulan ini lebih mudah dikabulkan, menghapus dosa, mendatangkan keberkahan rezeki, dan menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
Tak heran jika umat Islam di berbagai penjuru dunia senantiasa memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak bacaan doa dan selawat.
Kumpulan Doa dan Selawat Maulid Nabi Muhammad SAW
Berikut beberapa doa yang biasa diamalkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya:
1. Doa menyambut bulan Rabiulawal
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا، وَافْتَحْ لَنَا فِي شَهْرِ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ بِالْخَيْرِ وَالْيُمْنِ وَالْمُبَارَكَةِ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلاءَ وَالْوَسْوَاسَ وَالْغُمُومَ وَالْهُمُومَ يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ
Allahumma baarik lanaa fii khaatimatisyahrina, waftah lanaa fii syahri rabi’il awwali bilkhairi wal yumni wal mubaarakati wadfa’ ‘annaa al-balaa’a wal waswaasa wal ghumuuma wal humuuma yaa kariimu yaa jawaadu.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini, sambutlah kami di bulan Rabiulawal dengan kebaikan, keberkahan, serta jauhkan kami dari bala, bisikan setan, kesedihan, dan kegelisahan. Wahai Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi".
2. Selawat
Selain memanjatkan doa, Anda juga bisa mengisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melantunkan selawat-selawat berikut ini:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga beliau".
Atau bisa juga melantunkan selawat berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ، وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ
Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘ala sayyidina Muhammadin al-faathi li maa ughliqa wal-khaatimi limaa sabaqa, naashiril haqqi bil haqqi wal haadii ilaa shiraathikal mustaqiim, wa ‘ala aalihi haqqa qadrihi wa miqdaaril ‘azhiim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sang pembuka yang tertutup, penutup para nabi sebelumnya, penolong kebenaran dengan kebenaran, serta penunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Limpahkan pula kepada keluarga beliau sesuai dengan kedudukan dan derajat agungnya".
Selain itu, Anda juga bisa melantunkan selawat ummi berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّمْ
Allahumma shalli ‘ala Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala aalihi wa sallim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, juga kepada keluarga dan sahabatnya, serta limpahkanlah salam atas mereka".
Ada juga selawat munjiyat berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنَجِّينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ
Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa Muhammadin shalaatan tunajjinaa bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaati, wa taqdhi lanaa bihaa jamii’al haajaati, wa tuthahhirunaa bihaa min jamii’is sayyi’aat, wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaat, wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii’il khayraati fil hayaat wa ba’dal mamaat, innahu samii’un qariibun mujiibud da’awaat.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Muhammad, dengan selawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala bencana, mengabulkan segala kebutuhan, membersihkan dosa, mengangkat derajat kami, dan menyampaikan kami kepada segala kebaikan di dunia maupun setelah kematian. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa".
Hikmah Membaca Doa Maulid
Membaca doa-doa tersebut bukan sekadar rutinitas peringatan, melainkan bentuk penghormatan sekaligus ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Doa dan selawat menjadi jalan mengikat hati dengan Rasulullah, menghadirkan ketenangan batin, dan mendekatkan diri pada Allah.
Selain itu, para ulama menekankan bahwa setiap lantunan doa dan selawat akan kembali membawa keberkahan bagi yang membacanya. Doa di bulan Maulid juga diyakini membuka pintu rezeki, memperkuat ukhuah, dan mendatangkan syafaat Nabi Muhammad di hari kiamat.
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen berharga yang sebaiknya diisi dengan amal saleh, doa, dan selawat. Dengan menghidupkan doa-doa Maulid, umat Islam tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga menguatkan hubungan spiritual dengan beliau.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Semen Padang vs Persib: Teja Bisa Ukir Rekor Baru di Tanah Kelahiran




