H-7 Lebaran 2026, 650.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Minggu, 15 Maret 2026 | 20:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 650.213 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju berbagai daerah tujuan mudik.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas (lalin) yang keluar dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama menuju Trans Jawa, GT Kalihurip Utama menuju Bandung, GT Cikupa menuju Merak, serta GT Ciawi menuju Puncak.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Purwantono mengatakan, sebagian besar kendaraan pemudik bergerak menuju arah timur, yakni jalur Trans Jawa dan Bandung.
“Sebagian besar kendaraan menuju wilayah Timur (Trans Jawa dan Bandung) dengan total 297.893 kendaraan atau sekitar 45,8% dari total lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, peningkatan arus kendaraan menuju wilayah timur mulai terlihat signifikan sejak Sabtu (14/3/2026).
"Kami juga mencatat arus lalu lintas menuju wilayah timur pada Sabtu (14/3/2026) mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kendaraan yang mengarah ke Trans Jawa naik 89,3% dari lalu lintas normal," ujar Rivan.
Selain menuju wilayah timur, arus kendaraan pemudik juga tercatat cukup tinggi ke arah Pelabuhan Merak.
Jasa Marga mencatat lebih dari 210.000 kendaraan atau sekitar 32,4% dari total kendaraan meninggalkan Jabodetabek menuju arah tersebut.
Sementara itu, sekitar 21,8% kendaraan lainnya bergerak menuju arah selatan, termasuk kawasan Puncak dan sekitarnya.
Berdasarkan pantauan tim Beritasatu.com pada Minggu sore di Gerbang Tol Cikampek Utama, kondisi lalu lintas menuju arah Trans Jawa masih terpantau ramai lancar.
Antrean kendaraan di gardu tol terlihat relatif normal dengan antrean sekitar tiga hingga empat kendaraan di setiap gardu.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik, Jasa Marga juga memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30% selama 15-16 Maret 2026.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih awal sehingga dapat menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
“Kami juga mengimbau para pemudik untuk menghindari waktu-waktu perjalanan favorit, di antaranya yaitu setelah waktu berbuka puasa dan sahur,” kata Rivan.
Program potongan tarif tersebut berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus (tanpa keluar tol) menggunakan kartu uang elektronik di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group.
Kesembilan ruas tol tersebut tersebar di jaringan Trans Jawa, Trans Sumatra, serta wilayah Bandung-Cisumdawu.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi Travoy, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta menjaga kecukupan saldo uang elektronik dan bahan bakar sebelum memasuki jalan tol.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




