Walau Kapolri Sudah Keluarkan SE UU ITE, Fahri Hamzah Tetap Usul Jokowi Keluarkan Perppu
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Walau Kapolri Sudah Keluarkan SE UU ITE, Fahri Hamzah Tetap Usul Jokowi Keluarkan Perppu

Selasa, 23 Februari 2021 | 14:04 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, tetap menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) sebagai jalan keluar tercepat mengakhiri ketidakpastian hukum menyangkut legislasi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Fahri Hamzah setelah Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penerapan UU ITE, yang dinilai kontradiktif dengan hak kebebasan berekspresi masyarakat melalui ruang digital.

Bagi Fahri, pada dasarnya ada tiga skenario alternatif solusi untuk mengakhiri ketidakpastian hukum itu.

Skenario pertama adalah melakukan revisi terhadap UU ITE, merevisi pasal-pasal yang dianggap karet alias multitafsir. Tapi dia menilai proses akan lebih lama memakan waktu.

"Karena itu saya lebih setuju dengan skenario kedua, yaitu skenario yang cepat. Yaitu, Presiden mem-Perppu UU ITE sehingga secara otomatis pasal bermasalah dihilangkan, agar segera ada kepastian hukum," kata Fahri, Selasa (23/2/2021).

Skenario ketiga adalah yang paling komprehensif. Yakni menuntaskan pembahasan dan pengesahan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Menurut Fahri, penuntasan KUHP akan memberikan kepastian hukum yang lebih luas kepada seluruh UU yang mungkin bernuansa penuh ketidakpastian hukum.

Soal surat edaran Kapolri, Fahri menilainya sebagai inisiatif baik. Akan tetapi, surat itu bukanlah hukum yang sebenarnya dan dalam jangka panjang bisa akan terjadi masalah.

Solusi yang paling baik dan benar, menurut Fahri, adalah menyediakan perangkat hukum di hulu alias menyediakan UU ITE yang permanen. Dan itu bisa bersumber dari Perppu, revisi UU, atau KUHP.

Fahri mengatakan momen polemik RUU ITE ini bisa menjadi awalan bagi pemerintah dan DPR melanjutkan pembahasan RUU KUHP. Seingat dirinya, di akhir kepemimpinannya di DPR, pembahasan RUU KUHP sudah selesai di tingkat pertama. Baginya, dengan ketentuan baru pembuatan peraturan perundang-undangan, bahwa RUU lama bisa dilanjutkan tanpa mengulangi pembahasan dari awal, proses legislasinya bisa lebih cepat.

"Itu dapat dipercepat apabila pada periode lalu sebuah RUU telah menyelesaikan pembahasan pada tingkat pertama, dan itu yang terjadi pada akhir periode DPR 2012-2019 yang lalu," kata Fahri.

Untuk diketahui, dalam SE berjudul “Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif” itu ada 11 poin yang diatur.

Ada sejumlah hal baru dalam SE bernomor SE/2/11/2021 yang ditandatangani Kapolri Sigit pada Jumat (19/2/2021) itu. Salah satunya adalah tersangka tidak perlu ditahan jika sudah menyesali perbuatannya dan meminta maaf.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Serakah, Mafia Tanah Tak Peduli Korbannya Tiba-tiba Jatuh Miskin

Mereka tidak peduli korban berasal dari masyarakat biasa, miskin, maupun golongan orang mampu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

4 Ibu dan 2 Balita Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi dengan pelapor hingga sebanyak sembilan kali. Namun mediasi tersebut menemui jalan buntu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Dari Diplomat Dino Jadi Detektif Mafia Tanah

Rekening bank komplotan itu pasti ada. Aliran uangnya ke mana saja bisa ditelusuri.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah

September 2020, Dino menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, bahkan harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Sekda DIY Dicecar KPK Soal Penyimpangan Proyek Stadion Mandala Krida

Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Pembangunan Food Estate untuk Entaskan Kemiskinan di Sumba Tengah

Saat ini pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare untuk ditanami padi dan jagung.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Jokowi Optimistis NTT Bisa Jadi Lumbung Pangan

Perluasan lahan dilakukan karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah mencapai 34%, sementara panen padi hanya sekali setahun.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Skandal Djoko Tjandra, Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Brigjen Prasetijo

Jaksa menilai Prasetijo telah terbukti menerima uang USD 100.000 dari Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Besok, Kemdikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

“Data lengkap sedang disiapkan,” kata Hendarman, saat ditanyakan tentang sasaran penerima vaksin dari kelompok PTK.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Merapi Meluncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km

Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

NASIONAL | 23 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS