Logo BeritaSatu

Tim Kajian UU ITE Akan Tampung Masukan Aktivis dan Asosiasi Pers

Rabu, 3 Maret 2021 | 08:55 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Tim kajian revisi UU Infomasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah selesai mengumpulkan sejumlah masukan dari narasumber pelapor dan terlapor. Beragam masukan dan pandangan narasumber yang pernah bersinggungan dengan UU ITE disampaikan kepada tim melalui virtual.

Ketua Tim Revisi UU ITE, Sugeng Purnomo berharap masukan dari narasumber dapat menjadi bahan dalam diskusi tim. Dalam pembahasan selanjutnya akan diadakan sub tim I dan sub tim II pada pertemuan pekan depan.

"Ini bisa dimanfaatkan untuk mengadakan diskusi-diskusi terkait dengan berbagai masukan, saran, pandangan dari berbagai narasumber mulai dari sesi pertama sampai ketiga," kata Sugeng Purnomo, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Dijelaskan Sugeng, seusai menghimpun masukan dan saran dari pihak pelapor dan terlapor, berikutnya tim akan menghimpun saran dan masukan dari kelompok aktivis, masyarakat sipil, praktisi dan asosiasi pers.

Dalam audiensi sebelumnya, hadir sebagai narasumber secara virtual, dari kalangan terlapor antara lain Muhammad Arsyad, Ravio Patra, Prita Mulyasari, Yahdi Basma, dan Teddy Sukardi. Sementara dari kalangan pelapor adalah Alvin Lie, Nikita Mirzani, Dewi Tanjung, dan Muannas Alaidid.

Dari sisi pelapor, artis Nikita Mirzani berpendapat, dirinya tidak setuju jika UU ITE dihapuskan. Dirinya juga meminta agar aparat bertindak cepat dalam menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan UU ITE,

"UU ITE jangan dihapus, kalau dihapus nanti pada barbar netizen-nya pada ngaco soalnya," kata Nikita seusai menceritakan pengalaman dan alasannya melaporkan orang ke pihak berwajib.

Kehawatiran yang sama juga disampaikan Ketua Umum Cyber Indonesia Muanas Alaidid. Dirinya meminta pemerintah harus hati-hati dalam merevisi sejumlah pasal di UU ITE agar nantinya tidak muncul persoalan baru.

"Saya kira poinnya yang pertama jangan sampai kemudian niat baik revisi UU ITE, misalnya, dalam pasal 27 ayat 3 yang dituding sebagai pasal karet kemudian malah dihapus dan media sosial kita malah menjadi saling menghujat satu sama lain. Bapaknya dihina ibunya dihina ya mungkin itu akan menjadi persoalan kalau kemudian tidak dilaporkan. Baik pasal 27 ayat 3. Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Jadi saya kira ini harus hati-hati dalam persoalan revisi UU ITE," kata Muannas.

Berbeda dengan Muannas dan Nikita, seorang aktivis yang pernah dikenakan pasal dalam UU ITE Ravio Partra, menilai, hukum seharusnya menciptakan ketertiban, bukan memunculkan chaos di kalangan masyarakat.

"Saya dikata-katain, difitnah dinarasikan sebagai mata-mata asing suatu negara. Kalau saya bereaksi dengan melaporkan banyak orang-orang, ujungnya satu negara dipenjara kan?," kata Ravio kepada Tim UU ITE.

Patra menceritakan bagaimana pengalamannya berhadapan dengan pihak kepolisian saat dilaporkan terkait dengan UU ITE. Bagi Patra UU ITE adalah bentuk pengekangan kebebasan sipil.

"Saya sebenarnya secara pribadi saya penginnya dihapus, tapi karena saya juga paham ada kebutuhan, karena saya juga mengakui juga memahami bahwa secara global banyak negara masih belajar mengatur medium internet. Cuma yang terjadi di Indonesia menurut saya terlalu cepat terlalu beringas tidak ada moderasinya, berlebihan respons nya. Kalau saya tidak punya prinsip bahwa UU ITE ini bentuk mengekang kebebasan sipil, saya bisa laporkan orang-orang yang ketika saya mengalami kriminalisasi tahun lalu, misalnya, kalau saya hitung ada ratusan orang yang bisa saya UU ITE-kan," kata Patra.

Dalam kesempatan yang sama, Prita Mulyasari, ibu rumah tangga yang juga pernah bersinggungan dengan UU ITE menekankan pentingnya edukasi di media sosial agar tidak terjebak dalam kasus hukum.

"Mungkin kita sebelum masuk ke dalam pembuatan undang-undang ITE ini akan direvisi atau pun dicabut, lebih berpikirnya ke arah edukasinya dulu. Edukasi kepada generasi anak muda sekarang ini bagaimana tata krama dari media sosial itu seperti apa. Saya lihat banyak juga kasus-kasus yang masih anak-anak muda dengan tanpa berpikir dua kali langsung memberikan posting di media sosial dan itu mereka tidak banyak berpikir bahwa akan ada akibatnya di undang-undang ITE ini," ujar Prita.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Survei Indikator: Ganjar Pranowo, Prabowo, dan Anies Teratas

"Dari simulasi 10 nama, trennya tidak berubah banyak. Top three masih dipegang Ganjar Pranowo, Prabowo dan Anies Baswedan,” kata Burhanuddin Muhtadi.

NEWS | 2 Oktober 2022

Soroti Tragedi Kanjuruhan, AHY: Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa Manusia

Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyampaikan belasungkawa mendalam atas terjadi tragedi Kanjuruhan Sabtu (1/10/2022) malam.

NEWS | 2 Oktober 2022

Bansos dan Infrastruktur Jadikan Kepuasan Publik terhadap Jokowi Naik

Survei terbaru Indikator Politik menunjukkan kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami kenaikan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Bahkan Gagal Paham

Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku terkejut sekaligus gagal paham atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang pendukung sepak bola.

NEWS | 2 Oktober 2022

Menko PMK Sebut Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan 130 Orang

Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 130 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Zulkifli Hasan: Usut Tuntas Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas mendesak pengusutan secara tuntas tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Survei Indikator: Kokoh di Puncak, Elektabilitas Ganjar Pranowo Tidak Terkejar

Survei terbaru Indikator Politik menunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kokoh di puncak elektabilitas calon presiden (capres).

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR Sesalkan PT LIB Abaikan Rekomendasi Polisi soal Jadwal Arema vs Persebaya

Habiburokhman menyesalkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang mengabaikan rekomendasi polisi untuk mengubah jadwal pertandingan Arema vs Persebaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Legawa Laga Persib vs Persija Ditunda

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil legawa pertandingan Persib melawan Persija ditunda imbas dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Badai Ian bertambah, Biden Akan Kunjungi Florida

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengunjungi Florida saat korban tewas akibat Badai Ian naik menjadi 44 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Buat Konten <em>Prank</em> KDRT, Baim Wong dan Paula Dihujat Warganet

Buat Konten Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Dihujat Warganet

LIFESTYLE | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings