Sinergi Esri Indonesia dan Dittopad Hadapi Disrupsi Digital Pertahanan Nasional
Senin, 12 April 2021 | 02:39 WIBJakarta, Beritasatu.com – Esri Indonesia mengumumkan kemitraan strategis dengan Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad), sebagai badan pelaksana pusat penyedia informasi geospasial bagi TNI AD, yang bertujuan meningkatkan sinergitas Esri-Dittopad dalam memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS), analisa Big Data, dan teknologi Kecerdasan Artifisal (Artifisial Intelligence/AI).
Pemanfaatan teknologi dapat memberikan ketepatan informasi, kecepatan, kemutakhiran dan integrasi data penginderaan jarak jauh yang kemudian disajikan dalam sistem pengambilan keputusan untuk mendukung operasional kegiatan di lingkungan TNI AD.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Esri Indonesia, Dr. Achmad Istamar, teknologi digital berbasis Industry 4.0 sudah mendisrupsi dalam dunia militer dan pertahanan. Sebagai contoh, teknologi Kecerdasan Artifisial telah digunakan untuk melakukan deteksi dan klasifikasi objek penginderaan jauh dari sensor, satelit, dan drone. Kemudian data dari hasil deteksi dan klasifikasi tersebut akan disinergikan dengan hasil intelijen lapangan untuk diolah menjadi produk strategis perencanaan dan operasi militer.
"Dalam era digital ini, efektivitas dari pemanfaatan data sangat tergantung pada kemampuan manajemen ketersediaan data, interpretasi data secara cepat, dan penggabungan unsur dinamika lapangan yang semakin kompleks. Operasi militer modern melibatkan berbagai unsur kesatuan dan lembaga yang membutuhkan kemampuan pemahaman, perencanaan, dan koordinasi berbasiskan sistem digital," ujar dia dalam siaran pers, Minggu (11/4).
Menurut hasil studi, lebih dari 80% data yang dihasilkan dari pergerakan aset, sensor IoT (Internet of Things), satelit penginderaan jauh, serta drone militer memiliki informasi geospasial/keruangan. Sehingga aspek geospasial tersebut sangat berpotensi menjadi benang merah dalam integrasi dan pengolahan data secara menyeluruh.
"Alhasil geospasial sangat berpotensi digunakan, tidak hanya sebagai platform modern pemetaan, namun juga sebagai platform integrasi data, sintesa pemahaman, koordinasi antar kesatuan dan lembaga, juga sebagai platform geo-intelligence," tutur Achmad.
Di tengah pesatnya teknologi militer, Dittopad terus melakukan modernisasi teknologi pemetaan dan geospasial untuk meningkatkan peran dalam mendukung kebutuhan geospasial intelijen TNI AD. Peran tersebut saat ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks.
"Sejalan dengan agenda inovasi dan transformasi digital, juga dalam mendukung Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), Dittopad telah mencanangkan modernisasi bertajuk 'Dittopad 4.0'. Kemitraan strategis dengan Esri Indonesia dalam implementasi teknologi geospasial diharapkan membawa pembaharuan bagi kemajuan Dittopad di era digital. Hal tersebut mengingat pentingnya fungsi pemetaan dan peran informasi geospasial bagi pertahanan dan keamanan negara," ujar Direktur Topografi Angkatan Darat (Dirtopad), Brigjen TNI Ir. Asep Edi Rosidin, MDA.
Asep menambahkan, Dittopad berperan secara strategis dan sentral dalam mendukung informasi geospasial kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan TNI AD. Teknologi membuka pintu bagi Dittopad untuk lebih efektif dalam merencanakan, membuat keputusan, serta mendukung informasi geospasial TNI AD dengan lebih baik melalui analisa data penginderaan jauh dengan Kecerdasan Artifisial.
"Ke depannya Dittopad dapat lebih banyak memproses dan mengolah berbagai jenis data menjadi informasi yang strategis dalam mendukung kegiatan ataupun operasi yang diselenggarakan TNI AD dalam menjaga kedaulatan NKRI. Kemitraan dengan Esri Indonesia dan implementasi teknologi GIS diharapkan dapat memperkuat kami sebagai penyedia informasi strategis bagi jajaran TNI AD di Indonesia. Besar harapan kami sinergi ini akan semakin mendukung kinerja TNI AD dalam menjaga kedaulatan NKRI," tambah Asep.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




