Waspada, Meski Sudah Vaksinasi Booster Tetap Bisa Terjadi Re-Infeksi Covid-19
Kamis, 3 Maret 2022 | 14:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi (Peralmuni), Prof Iris Rengganis, mengungkapkan kendati sudah menerima vaksinasi Covid-19 primer dosis lengkap atau bahkan vaksinasi dosis lanjutan (booster), sebenarnya tetap bisa terjadi reinfeksi atau infeksi ulang.
Spesialis Penyakit Dalam ini mengatakan reinfeksi memang terjadi karena beberapa hal. Pertama bisa karena varian Omicron, di mana dia memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan varian-varian sebelumnya. Omicron merupakan varian virus corona yang sangat menular.
Baca Juga: Booster Vaksinasi Covid-19 Capai 10,2 Juta Dosis Suntikan
"Tetapi kita harus ingat, kalau ada reinfeksi, berarti sistem imun kita juga tidak bisa memenuhi syarat," kata Iris dalam webinar "Re-Infeksi Covid-19: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita?" pada Rabu (2/3/2022).
Namun hati-hati bagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid karena lebih mudah mengalami reinfeksi Covid-19. Sebab antibodi yang dibentuk oleh warga yang memiliki komorbid pascavaksinasi lebih rendah, dibandingkan mereka yang tidak punya komorbid.
"Individu dengan komorbid seperti diabetes, usia lanjut, autoimun diketahui itu memproduksi antibodi pasca vaksin yang lebih rendah, dibandingkan dengan populasi sehat. Sehingga jelas di sini, risiko infeksi ulang jauh lebih tinggi," jelasnya.
Artinya, tutur dia, sistem imun tersebut tidak bisa menahan serangan dari luar. Hal itu bisa terjadi karena asupan makanan dan belum divaksin lengkap.
Baca Juga: Wiku: Atasi Covid-19, Perlu Pahami Kurva Perjalanan Penyakit Infeksi
"Ya walaupun vaksin itu juga tidak mencegah penularan, divaksin juga tetap bisa tertular," ucap Iris.
Ia menjelaskan gejala Covid-19 tidak akan berat pada orang yang telah divaksin dibandingkan dengan yang belum melakukan vaksinasi. "Yang jelas vaksin juga itu bisa mencegah angka kematian, mencegah angka perawatan di rumah sakit, orang bisa isolasi mandiri," Iris menerangkan.
Sementara, dia mengatakan di dalam tubuh manusia, sistem imun itu harus diperbaiki. Cara perbaikinya dengan menjaga pola makan, mengonsumsi suplemen-suplemen, tidur yang cukup, terhidrasi dengan baik, olahraga yang cukup, serta mematuhi protokol kesehatan.
"Ya kalau kita merasa sudah divaksinasi, kita sudah merasa semuanya baik, tapi kalau protokol kesehatan (prokes) tidak dijalankan secara ketat dan disiplin, tetap saja virus itu bisa masuk ke dalam tubuh kita ya," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




