Survei SMRC: Hanya 64,6% Publik Hafal Semua Sila Pancasila
Kamis, 2 Juni 2022 | 13:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil terbaru survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa hanya 64,6% publik yang mengetahui semua sila Pancasila. Survei ini dilakukan pada 10-17 Mei 2022 terhadap seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
"Survei ini menunjukkan sebanyak 64,6% warga yang bisa menyebutkan dengan benar semua sila dalam Pancasila. Ada 10,2% yang benar menyebutkan empat sila, 5,1% tiga sila, 3,9% dua dan satu sila, dan masih ada 12,3% publik yang tidak bisa menyebutkan dengan benar satu pun sila," ujar pendiri SMRC Saiful Mujani dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).
Secara keseluruhan, kata Saiful, ada 95,4% warga yang menyatakan tahu Pancasila. Namun, tutur dia, ketika diminta menyebutkan redaksi sila-sila Pancasila, yang bisa menyebut dengan benar antara 72,5%-86,2%. Yang paling banyak disebut dengan benar adalah sila pertama, ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ (86,2%), selanjutnya sila Ketiga, ‘Persatuan Indonesia’ (78,3%), sila kedua, ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’ (77,8%), sila kelima, ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ (76,1%).
Baca Juga: Megawati: Indonesia Beruntung Memiliki Pancasila
"Yang terakhir sila keempat ‘Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan’ sebanyak 72,5%,"ungkap dia.
Saiful menjelaskan bahwa angka 50% atau lebih rendah masuk kategori rendah, 51-75% sedang, 76-90% tinggi, dan di atas 90% sangat tinggi. "Maka pengetahuan dasar publik tentang Pancasila (64,6%) hanya sedang," papar Saiful.
Dalam survei ini, terdapat 1.220 responden yang dipilih secara random atau stratified multistage random sampling. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1.060 atau 87% dan mereka dilakukan yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




