Austindo Nusantara Siap Lepas 940 Juta Lembar Saham

Senin, 15 April 2013 | 13:36 WIB
RN
B
Penulis: Ronna Nirmala | Editor: B1
Ilustrasi bursa.
Ilustrasi bursa. (ANTARA FOTO)

Jakarta - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) berencana akan melepas sebanyak-banyaknya 940 juta lembar saham baru, atau sebanyak 23,86 persen dari total saham, dengan nilai Rp100, dalam penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Direktur Utama ANJ, Suwito Anggoro mengatakan, perseroan itu telah menujuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara, emiten yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa serta pengoperasian perkebunan kelapa sawit ini juga melakukan program kepemilikan saham oleh karyawan perseroan, melalui Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 1% dari jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam penawaran perdana saham.

Pada hari ini, selain melakukan Due Diligence Meeting & Public Expose di Jakarta, ANJ juga akan melanjutkan dengan kegiatan roadshow di Jakarta dan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat (AS). Selain itu, perseroan tersebut juga melaksanakan program management stock option plan (MSOP) sebanyak-banyaknya sebesar 1,5%.

"Dana hasil penawaran perdana saham, sekitar 65,7% untuk belanja modal, sekitar 8% untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung kegiatan usaha sagu, sekitar 2,3% untuk menyelesaikan instalasi generator listrik biogas di Pulau Belitung dan membangun proyek pembangkit listrik biogas di Sumatra Utara," kata Suwito, dalam jumpa pers di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (15/4).

Selain itu, sekitar 24% dari dana digunakan dengan komposisi 23,3% untuk melunasi pinjaman ke JP Morgan International Bank Limited, dan 0,7% untuk membiayai kebutuhan modal kerja.

Menurut Suwito, ANJ menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada tanggal 30 April 2013, dan masa penawaran umum 2-3 Mei 2013. Saham ANJ direncanakan akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Mei 2013.

Disebutkan pula, hingga akhir 2012 pendapatan ANJ mencapai US$165,9 juta, di mana 93 persen dari jumlah tersebut berasal dari penjualan sawit, 4 persen dari sektor energi, dan 3 persen dari tembakau.

ANJ memiliki luas lahan sebesar 179.038 hektar, di mana 78 persen merupakan lahan untuk kelapa sawit dan 22 persen merupakan konsesi hutan sagu alam. Laba setelah pajak ANJ mencapai US$98,7 juta, dengan US$42 juta berasal dari operasi yang dilanjutkan (perkebunan kelapa sawit dan energi terbarukan).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon