BII Targetkan Dana Rights Issue Rp1,5 Triliun
Senin, 22 April 2013 | 19:04 WIB
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menargetkan bisa meraup dana segar hingga Rp1,5 triliun, melalui proses penerbitan saham baru (rights issue) yang akan dilakukan pada Juni 2013 mendatang.
Demikian antara lain disampaikan oleh Presiden Direktur BII, Dato' Khairussaleh Ramli, dalam RUPST dan RUPSLB BII, di kantor pusat Jakarta, Senin (22/4).
Dato' Khairussaleh mengatakan, rights issue dilakukan karena perseroan membutuhkan dana lebih untuk pertumbuhan kreditnya. Atas dasar itu, pemegang saham juga menyetujui dividen tidak dibagikan pada tahun ini.
"Kami tahun ini tidak bayar dividen, karena butuh dana untuk perkembangan kredit di atas 20%. ROE kami baru 15%, sehingga butuh 5% lagi," ujar Dato' Khairussaleh.
Adapun penggunaan laba bersih 2012 yang melonjak 81% menjadi Rp1,2 triliun, sebesar Rp120,82 miliar disebut digunakan sebagai cadangan umum guna memenuhi ketentuan pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan. Sisanya sebanyak Rp1,08 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.
Lebih lanjut, dengan adanya rights issue sekitar 6 miliar saham atau 7,7% dari saham yang beredar di pasar, seharga Rp320 itu, nantinya akan menambah rasio permodalan (CAR) menjadi 14%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




