Dekat Puasa, Salah Satu Alasan PDIP Menolak Kenaikan Harga BBM

Jumat, 14 Juni 2013 | 15:56 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Petugas SPBU  menyiapkan alat peraga berisi harga BBM setelah dinaikkan
Petugas SPBU menyiapkan alat peraga berisi harga BBM setelah dinaikkan (Antara/Lucky R)

Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mengaku akan berkomitmen menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diajukan dalam RAPBN Perubahan (RAPBN-P) 2013.

Secara lengkap, sikap itu akan disampaikan fraksi tersebut dalam rapat paripurna yang kemungkinan dilaksanakan Senin (17/6) mendatang.

"Kami akan sampaikan sikap kami pada saat rapat paripurna," kata Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, di Jakarta, Jumat (14/6).

Bambang lantas memberi salah satu petunjuk yang akan dijadikan alasan PDIP menolak kenaikan harga BBM itu. Alasan itu adalah momentum kenaikan yang dilaksanakan menjelang bulan puasa dan Lebaran 2013 yang jatuh di bulan Agustus.

Masalahnya, apabila BBM dinaikkan bulan ini, tentu akan berpengaruh pada inflasi serta kenaikan harga barang-barang. Hal itu tentu menambah berat beban masyarakat yang sudah pasti akan menanggung kenaikan harga barang-barang akibat masa puasa dan Lebaran.

"Kami tak ingin beban rakyat semakin berat, sementara penambahan pendapatan masyarakat tak bisa dipastikan pemerintah," tutur Bambang.

Sementara terkait BLSM, pihaknya menurut Bambang, menilai bahwa program semacam itu kurang membuat masyarakat bermartabat, serta tak akan memberikan efek jangka panjang terhadap masyarakat. Menurutnya, PDIP memandang, jauh lebih baik bila pemerintah segera melaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), daripada memberi dalam bentuk BLSM.

"PDIP akan memperjuangkan hal itu bersama fraksi lain," kata Bambang pula.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon