PM Inggris Minta Penyedia Internet Blokir Konten Porno
Selasa, 23 Juli 2013 | 00:34 WIB
London - Perdana Menteri Inggris David Cameron merilis permintaan kepada kalangan perusahaan penyedia jasa internet di negaranya untuk secara otomatis memblokir akses ke situs pornografi.
Cameron mengusulkan hal tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah Inggris, untuk menghentikan peredaran konten seks, yang menurutnya sangat berpengaruh pada perkembangan mental anak-anak.
Kalangan provider diminta menyediakan fitur Family Friendly (ramah keluarga) sebagai default setting (pengaturan otomatis) untuk kalangan pelanggan sambungan internet.
Rencananya, penerapan fitur ini akan mulai dilakukan pada akhir tahun ini, dan hanya pemegang akun resmi yang bisa mengubah pengaturan otomatis tersebut.
Cameron juga mengumumkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan proposal untuk yang menyatakan bahwa merupakan suatu kejahatan bagi siapa saja yang menayangkan atau menyebar luaskan konten pornografi ataupun simulasi adegan perkosaan.
Selain itu, dirinya juga telah meminta kepada pihak Google dan mesin pencari lainnya, untuk memblokir pencarian berdasarkan frasa tertentu.
Kalangan aktivis anti-pornografi di negara Inggris sendiri, menyambut baik pengumuman yang dibuat oleh Cameron tersebut.
Namun, bagi kalangan lainnya, hal tersebut dinyatakan sebagai bentuk sensor pemerintah terhadap kebebasan masyarakat, untuk menikmati akses internet tanpa batas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




