Busyro: Pejabat Terima Parsel Terhina Secara Moral
Rabu, 31 Juli 2013 | 16:13 WIB
Jakarta - Pada setiap perayaan hari besar keagamaan terutama Hari Raya Idul Fitri, masyarakat kerap saling berkirim parsel. Tak hanya masyarakat biasa, pejabat pun kebanjiran parsel menjelang lebaran.
Terkait penerimaan parsel lebaran oleh penjabat negara, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan para pejabat tersebut seharusnya terhina dengan parsel tersebut
"Orang memberikan parsel itu kan sebenarnya penghinaan, lho. Jadi kalau pejabat menerima parsel itu sebenarnya terhina secara moral," kata Busyro di kantor KPK, Rabu (31/7).
Busyro berpendapat pemberian parsel kepada seseorang dapat dipastikan karena orang tersebut menduduki suatu jabatan. Busyro bisa menjamin apabila seseorang itu tak menjabat apapun, maka tak akan ada yang memberikan parsel. Menurut Bsyro, pejabat negara yang menerima parsel harus menolaknya.
"Moralitas agama itu menasihatkan, orang yang memberi lebih terpuji, daripada tangan yang di bawah. Jadi kalau memberi sedekah itu lebih terhormat daripada menunggu-nunggu parsel," kata Busyro.
Busyro juga mengingatkan agar pegawai negeri, penyelenggara negara dan pejabat negara tidak memanfaatkan fasilitas kantor, seperti mobil dinas untuk kepentingan pribadi.
"Ya mobil dinas itu kan milik pemerintah. Penggunaan itu menyalahi amanah," kata Busyro.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




