Agung Podomoro Investasi Rp 25 Triliun di Pluit City

Selasa, 13 Agustus 2013 | 16:06 WIB
ER
ER
FH
Penulis: Ely Rahmawati, Edo Rusyanto
Editor: FER
Direktur Keuangan PT. Agung Podomoro Land TBK (APLN) Cesar Manikan Dela Cruz (kanan), berbincang  bersama Corporate Secretary APLN, F Justini Omas (kiri) dan Investor Relations APLN Wibisono disela-sela pemaparan pencapaian  kinerja APLN di hotel Pullman, Jakarta Barat, Rabu  (31/7
Direktur Keuangan PT. Agung Podomoro Land TBK (APLN) Cesar Manikan Dela Cruz (kanan), berbincang bersama Corporate Secretary APLN, F Justini Omas (kiri) dan Investor Relations APLN Wibisono disela-sela pemaparan pencapaian kinerja APLN di hotel Pullman, Jakarta Barat, Rabu (31/7 (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Melalui anak usahanya, PT Muara Wisesa Samudera, pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk, akan mengembangkan megaproyek Pluit City di Jakarta Utara.

Pengembangan proyek pulau buatan tersebut mengadopsi konsep Palm Island yang ada di Dubai, Uni Emirat Arab.

Direktur Keuangan Agung Podomoro Cesar De La Cruz mengatakan, pada tahap awal, pengembangan Pluit City dilakukan dengan mereklamasi pantai utara Jakarta.

"Biaya reklamasi sekitar Rp 5-7 juta per meter persegi (m2). Proses pengurukan lahan diharapkan bisa dilakukan pada Oktober 2013," kata Cesar, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Cesar menjelaskan, peluncuran dan pemasaran Pluit City rencananya akan dilakukan sebelum akhir tahun ini.

Sesuai rencana, Agung Podomoro akan membangun tiga pulau buatan dengan membidik kalangan menengah atas.

"Penjualannya akan masuk dalam kinerja marketing sales perseroan untuk akhir 2013 atau awal 2014," tambah dia.

Untuk saat ini, Agung Podomoro sendiri telah mengantongi izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk proyek Pluit City.

"Izin Amdal sudah keluar, sehingga kami bisa segera urus izin reklamasi untuk proyek tahap pertama seluas 160 hektar," tambah Justini Omas, Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk.

Menurutnya, pihak Agung Podomoro Land lebih memilih untuk mereklamasi ketimbang mencari lahan kosong di ibukota, yang semakin sulit diperoleh.

"Sebagai pertimbangan, Jakarta yang merupakan ibu kota, masih menjadi daya tarik untuk masyarakat bertempat tinggal," tambah Justini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon