Butuh Uang, Pak Raden Jual Lukisan ke Jokowi-Ahok

Jumat, 13 September 2013 | 15:01 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden
Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden (Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Siapa yang tak kenal Pak Raden, tokoh pria berkumis hitam lebat dengan logat Jawa "medok", dalam film lawas "Unyil".

Di masa silam, sekitar akhir 80-an hingga awal 90-an, sosok Pak Raden sangatlah fenomenal, begitu digandrungi oleh para bocah.

Drs Suyadi, adalah nama di balik tokoh Pak Raden. Ia seniman sejati, yang rela hidup untuk kemajuan seni Tanah Air.

Selain "Unyil", karya Suyadi pun telah banyak bertebaran. Jumlahnya entah berapa. Tak terhitung. Mulai dari lukisan, buku anak-anak, menjadi dalang, hingga membuat lagu, sampai saat ini masih dilakoninya.

Tak ayal, dalam hidup sehari-hari, Suyadi menjadi begitu sulit untuk memisahkan diri dengan seni. Bahkan tak jarang, Suyadi --tanpa sadar-- kerap berdogeng, meski tengah asyik berbincang dengan lawan obrolannya.

Namun, keindahan seni yang pernah diukirkan Suyadi, justru tak diikuti oleh jalan hidupnya. Kini, pria kelahiran Puger, Jember, Jawa Timur itu hidup "pas-pasan". Kocek dalam kantong Suyadi bahkan tak cukup untuk mengobati penyakit kaki yang dideranya.

Untuk menyambung hidup, hari ini, Jumat (13/9), Suyadi pun menyambangi Balai Kota DKI. Satu "senjata pamungkas" dibawanya: lukisan indah berjudul "Perang Kembang", yang hendak dijualnya kepada "pentolan" Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).

"Perang Kembang" berkisah tentang perlawanan ksatria melawan raksasa yang diambil dari cuplikan pewayangan Surakarta. Lukisan berkuran sekitar lebih 1m x 0,8 cm berbingkai kayu itu hendak dibanrolnya seharga Rp 60 juta.

"Kalau saja laku, hasil jual lukisan ini saya gunakan untuk berobat kaki," kata pria baya kelahiran 28 November 1932 itu.

Tak cuma untuk pengobatan, Suyadi juga berharap, uang hasil lukisan dapat membantunya menyelesaikan buku bertema wayang, yang sejak 1980 tak kunjung rampung.

"Ide soal buku wayang masih berupa manuskrip. Siap diolah menjadi buku cerita anak bergambar. Buku itu dibuat untuk menandingi buku-buku anak. Sampai saat ini ketersediaan buku mengenai wayang untuk anak-anak masih terbilang langka, dibandingkan dengan buku-buku anak-anak tema lainnya. Maka dari itu, saya mau membuat buku cerita anak memperkenalkan wayang kulit dan wayang orang," ungkap pria yang mengidolakan Walt Disney itu.

"Ini membutuhkan biaya, waktu dan tenaga. Makanya, saya mau ngamen di kantor Pak Jokowi," kata Suyadi sambil tersenyum lebar di atas kursi rodanya.

Sayang, asa Suyadi untuk bertemu Jokowi kandas, lantaran mantan Wali Kota Surakarta itu tengah menghadiri berbagai acara.

Namun, bukan Suyadi jika lantas menyerah. Gagal menemui Jokowi, Suyadi pun langsung bergegas menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok, yang berada di tempat, bersedia menerima Suyadi. Sayang pertemuan berlangsung terutup, dan tak terpantau awak media.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon