Shave for Hope, Program Cukur Rambut Bantu Penderita Kanker
Minggu, 15 September 2013 | 23:28 WIB
Jakarta - Sudah jamak melihat pemandangan masyarakat Indonesia mengantre panjang demi mendapat diskon besar gadget terbaru. Juga sudah jamak pula melihat antrean panjang demi bertemu idola yang datang jauh dari negeri seberang. Namun mengantre untuk menggunduli kepala demi membantu anak-anak penderita kanker? Tak banyak orang mau melakukannya.
Pemandangan tak biasa itu bisa dijumpai Minggu (15/9) di Mall Gandaria City, Jakarta Barat. Adalah aksi sosial bertajuk Shave for Hope yang menjadi dalangnya. Ratusan orang bergantian mengantre untuk mencukur rambut mereka. Para lelaki memotong habis rambutnya, sementara para perempuan memotong rambut mereka di atas bahu atau bahkan habis sekalian. Setiap rambut yang dicukur itu dihargai Rp 100.000 dan akan disalurkan ke anak-anak penderita kanker melalui Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI).
Lama mengantre yang harus dijalani sama sekali tak sebentar. Rerata waktu yang dibutuhkan hingga akhirnya bisa duduk manis di kursi pencukuran rambut adalah 1 hingga 1,5 jam.
"Capek sih, tapi enggak apa lah, demi (para penderita kanker)," kata Stevie, salah seorang peserta saat sedang mengantre untuk dicukur.
Sebagian banyak dari peserta Shave for Hope tergerak untuk mengikuti acara cukur rambut massal ini karena ingin membantu anak-anak penderita kanker. Virgana salah satunya. Ia merasa ingin membantu, namun tak bisa melakukannya dalam wujud uang. Aksi mencukur pendek rambutnya yang semula panjang adalah sebuah bentuk empati.
"Pengen ikut ngerasain gimana rasanya dicukur rambutnya kayak habis kemoterapi," ujarnya.
Saat rambutnya dipotong pendek, Virgana mengaku merasa senang. Pasalnya ia sudah yakin untuk melakukan itu sejak lama hingga tak merasa sayang memotong rambut panjangnya.
"Mereka saja tetap bisa bahagia walaupun harus terus botak, kita yang nanti rambutnya bisa tumbuh lagi kenapa enggak?," kata Virgana.
Sebagai penggagas Shave for Hope, Steny Agustaf merasa senang melihat antusiasme masyarakat. Jika tahun lalu Shave for Hope mengumpulkan 1.064 peserta dan hanya diadakan di Jakarta, makan tahun ini digelar di empat kota (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya) dengan jumlah peserta sekitar 3.500 orang.
"Dari sini kita bisa lihat kalau orang Indonesia itu jiwa sosialnya tinggi, tapi mereka ingin melakukannya dalam bentuk yang kreatif," terang Steny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




