Ray Rangkuti: Pangkas Satu Generasi untuk Meminimalkan Korupsi
Senin, 21 Oktober 2013 | 16:31 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menjelaskan, butuh pemangkasan satu generasi untuk dapat meminimalisasi praktek korupsi.
"Butuh pemangkasan satu generasi untuk dapat meminimalisasi praktek korupsi. Kita sudah harus membiasakan diri bahwa kemampuan untuk meredam korupsi seperti saat ini hanya dapat dilakukan dengan penangkapan. Sebab, sudah sangat kronis dan parahnya hingga menjalar ke semua aspek," kata Ray.
Menurutnya, dari semua kasus korupsi yang terjadi, ada andil dari basis-basis kultural Indonesia. Itulah mengapa korupsi justru menjadi seperti pekerjaan biasa, bahkan terlihat terhormat di mata banyak pejabat.
"Lihat saja para koruptor yang bebas dari penjara disambut bak pahlawan oleh masyarakat. Basis-basis kultural kita juga bersikap ramah pada korupsi," ucap Ray.
Bahkan, pada unit paling kecil seperti keluarga, tidak mampu menjadi alat efektif mencegah terjadinya korupsi. Lagi-lagi, basis kultural tidak mampu menyumbang lahirnya sikap anti korupsi.
Oleh karena itu, yang dapat dilakukan memang memenjarakan sebanyak mungkin para koruptor, sembari menyiapkan generasi baru yang anti pada korupsi.
"Menahan mereka (koruptor) merupakan upaya minimal yang bisa dilakukan. Saya sendiri mengusulkan agar para koruptor yang divonis hingga delapan tahun misalnya, dapat dicabut kewarganegaraannya," tegas Ray.
Ditegaskan, koruptor harus dibuat seolah sebagai sampah masyarakat dan bukan orang terhomat. Pada saat yang sama, harus ada keseriusan untuk menciptakan generasi baru anti korupsi.
"Saya melihat itu ada pada anak-anak kita yang skarang. Pada tahun 2019, mereka punya potensi akan jadi pemimpin-pemimpin baru. Menyiapkan mental mereka untuk benar-benar alergi terhadap korupsi, merupakan pekerjaan yang harus disiapkan secara matang dan dimulai dari sekarang," ucap aktivis anti korupsi itu.
Jika semua dapat dilakukan, maka era tahun 2020 Indonesia akan mendapatkan sejumlah besar pemimpin yang anti korupsi, karena memang lahir dari desain pendidikan yang anti korupsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




