Ilmuwan: Wabah Polio Suriah Bisa Ancam Eropa
Jumat, 8 November 2013 | 14:42 WIB
London - Vaksinasi polio untuk pengungsi Suriah saja tidak akan cukup untuk mencegah virus lumpuh layu itu menyebar ke Eropa setelah selama beberapa dasawarsa bebas dari penyakit tersebut, kata ilmuwan Jerman, Jumat (8/11).
Dalam jurnal medis The Lancet, peneliti mengatakan, ancaman bagi Eropa dari munculnya kembali polio di Suriah sebagian disebabkan oleh tipe vaksin yang biasanya digunakan di kawasan-kawasan yang tidak mengalami wabah penyakit itu selama bertahun-tahun.
Polio disebabkan oleh virus yang tersebar melalui makanan atau air terkontaminasi, dikonfirmasi telah menjangkiti anak-anak di timur laut Suriah bulan lalu -yang merupakan temuan pertama sejak 14 tahun.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, virus tersebut kemungkinan tersebar dari Pakistan -satu dari tiga negara yang masih menghadapi endemi polio- dan memperingatkan bahwa wabah di Suriah mengancam jutaan anak-anak di Timur Tengah.
Polio mudah menular antarmanusia dan menyebar dengan cepat di kalangan anak-anak, terutama dalam kondisi sanitasi buruk seperti dialami pengungsi Suriah di dalam negeri maupun di kamp pengungsi di negara tetangga.
Penyakit tersebut menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam -dan WHO berulangkali memperingatkan bahwa selama masih ada anak yang terinfeksi polio, maka anak-anak lain di manapun masih terancam.
Dalam artikel di jurnal The Lancet, Martin Eichnerri dari Universitas Tübingen dan Stefan Brockmann dari Kantor Kesehatan Masyarakat Reutlingen Jerman menekankan, sebagian besar negara Eropa saat ini menggunakan vaksin polio tak aktif dan bukannya vaksinasi oral -imunisasi dalam bentuk hidupan virus.
Meski IPV sangat efektif untuk mencegah polio, vaksin tersebut hanya memberikan perlindungan sebagian terhadap infeksi sehingga kurang efektif jika virus menyebar secara aktif.
Mengingat banyaknya pengungsi yang lari dari Suriah dan mengungsi di negara-negara tetangga di Eropa, ada kemungkinan virus tersebut muncul kembali di kawasan-kawasan yang sudah bebas dari polio selama beberapa dasawarsa.
"Imunisasi untuk pengungsi Suriah saja -seperti yang direkomendasikan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa- tidaklah cukup," tulis mereka. "langkah lebih komprehensif harus dipertimbangkan." Di antara langkah yang harus diambil itu, mereka menyarankan pemeriksaan rutin selokan di wilayah tempat tinggal pengungsi Suriah, untuk mengecek kemungkinan keberadaan virus polio.
Hal senada dikatakan Benjamin Neuman, pakar virus pada Universitas Reading, Inggris, bahwa wabah di Suriah mengancam negara tetangga maupun negara-negara lain.
"Setiap bayi yang baru dilahirkan membawa risiko polio sampai ia divaksinasi. Sampai virus tersebut benar-benar punah, perlu bagi kita untuk terus melakukan imunisasi bagi anak-anak kita," jelas Neuman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




