Puluhan Pelajar Bekasi Terjaring Razia, Termasuk Dua Murid SD

Senin, 11 November 2013 | 18:23 WIB
M
B
Penulis: MKL | Editor: B1
Sejumlah pelajar terjaring dalam razia pelajar di arena bermain di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/11). Satpol PP berhasil menjaring 65 pelajar yang membolos sekolah saat razia pelajar.
Sejumlah pelajar terjaring dalam razia pelajar di arena bermain di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/11). Satpol PP berhasil menjaring 65 pelajar yang membolos sekolah saat razia pelajar. (Antara/Hafidz Mubarak)

Bekasi - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), menjaring sekitar 50 pelajar yang kedapatan mangkal di warung internet (warnet) saat jam sekolah. Dua diantaranya adalah murid sekolah dasar (SD) yang sedang asyik main game online.

Puluhan pelajar ini langsung diberikan binaan di Kantor Satpol PP Kota Bekasi, sebelum lantas dikembalikan kepada pihak sekolah masing-masing.

"Kami tidak memberikan sanksi, hanya mendata identitas pelajar setelah sebelumnya diberikan binaan. Pihak sekolah yang menjemput para pelajar ini," ujar Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Bekasi, Deddy Supriadi, Senin (11/11).

Menurut Deddy, pihaknya melakukan razia ini dikarenakan banyaknya laporan warga terhadap pelajar Kota Bekasi yang mangkal saat jam sekolah berlangsung.

"Kami mengecek ke lapangan, dan ternyata laporan warga benar terkait banyaknya pelajar yang nongkrong di warnet. Mereka bolos sekolah," ujar Deddy.

Deddy mengatakan, ada tiga lokasi yang dijadikan sasaran razia pelajar tersebut, yakni di Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan dan Medansatria. "Pelajar yang paling banyak sering mangkal di warnet Taman Harapan Baru, Harapan Indah, Kecamatan Medansatria," sambungnya.

Lebih lanjut, Deddy mengatakan, pengelola warnet yang kedapatan warnetnya sebagai tempat berkumpulnya para pelajar, juga diberikan teguran oleh pihaknya.

"Selain pelajar, kami juga memberikan teguran kepada pengelola warnet secara lisan. Kami imbau agar pengelola warnet memberikan pengumuman, agar pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah dilarang masuk warnet. Kami tidak segan-segan mencabut izin usaha," pungkasnya.

Dengan adanya gelaran razia pelajar, kata Deddy, diharapkan ada efek jera terhadap pelajar yang akan berkeliaran saat jam sekolah.

"Razia ini akan rutin kami lakukan, untuk membuat efek jera kepada pelajar yang nakal. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan pengawasan terhadap para pelajar," katanya.

Para pelajar yang terjaring hari ini dikumpulkan di satu ruangan di Kantor Satpol PP Kota Bekasi. Mereka diberikan pengarahan oleh Kabag TU Satpol PP Kota Bekasi, C Aritonang.

Sementara, dua siswa SD yang juga terjaring, ditempatkan secara terpisah dan diberikan pengarahan persuasif. Terlihat jelas raut muka pelajar yang ketakutan saat dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Bekasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon