Tak Pantas Kampanye Dini Capres
Selasa, 1 November 2011 | 13:44 WIB
Ramadhan Pohan menilai selain tak pantas, publik dikhawatirkan keburu bosan.
Bertebarannya spanduk dan baliho para politikus yang akan maju menjadi calon presiden 2014, dinilai sebagai bentuk kampanye dini.
Tak ada larangan, namun dianggap kurang pantas dan akan membosankan masyarakat.
"Kampanye dini calon presiden, itu halal saja, cuma dari aspek etika dan kepantasan sepertinya nggak pas karena budaya masyarakat kita kan tak suka dengan yang terlalu maju atau berlebihan," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan melalui pesan elektronik kepada para wartawan di gedung DPR, Senayan, hari ini.
Dia menyebut nama Aburizal Bakrie (Ical) dan Prabowo Subianto sebaiknya tak buru-buru melakukan kampanye dini.
Menurut Ramadhan, hal itu akan cenderung diaggap sebagai bentuk narsisme.
"Kampanye dini bisa dianggap kemaruk kekuasaan, Ical, Prabowo atau siapapun lah, harus hati-hati di situ. Boleh aja niat marketing supaya produk lebih dini dikenal. Namun itu bisa bumerang juga sehingga akibatnya malah antipati dini," lanjutnya.
Dia menilai seharusnya para calon presiden mengedepankan aksi-aksi konkrit untuk kepentingan masyarakat ketimbang hanya mengandalkan atribut-atribut kampanye.
"Boro-boro dicoblos tahun 2014, belum-belum publik sudah jenuh, bosan dan bahkan mual sejak dini," kata Ramadhan.
Dia mengatakan, masih terdapat masalah-masalah sosial dan pendidikan yang perlu mendapat kontribusi swasta, termasuk ormas dan organisasi politik.
"Kalau cuma aksi-aksi politik semata, ya stigma egois ke mereka jangan disalahkan," tutupnya.
Bertebarannya spanduk dan baliho para politikus yang akan maju menjadi calon presiden 2014, dinilai sebagai bentuk kampanye dini.
Tak ada larangan, namun dianggap kurang pantas dan akan membosankan masyarakat.
"Kampanye dini calon presiden, itu halal saja, cuma dari aspek etika dan kepantasan sepertinya nggak pas karena budaya masyarakat kita kan tak suka dengan yang terlalu maju atau berlebihan," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan melalui pesan elektronik kepada para wartawan di gedung DPR, Senayan, hari ini.
Dia menyebut nama Aburizal Bakrie (Ical) dan Prabowo Subianto sebaiknya tak buru-buru melakukan kampanye dini.
Menurut Ramadhan, hal itu akan cenderung diaggap sebagai bentuk narsisme.
"Kampanye dini bisa dianggap kemaruk kekuasaan, Ical, Prabowo atau siapapun lah, harus hati-hati di situ. Boleh aja niat marketing supaya produk lebih dini dikenal. Namun itu bisa bumerang juga sehingga akibatnya malah antipati dini," lanjutnya.
Dia menilai seharusnya para calon presiden mengedepankan aksi-aksi konkrit untuk kepentingan masyarakat ketimbang hanya mengandalkan atribut-atribut kampanye.
"Boro-boro dicoblos tahun 2014, belum-belum publik sudah jenuh, bosan dan bahkan mual sejak dini," kata Ramadhan.
Dia mengatakan, masih terdapat masalah-masalah sosial dan pendidikan yang perlu mendapat kontribusi swasta, termasuk ormas dan organisasi politik.
"Kalau cuma aksi-aksi politik semata, ya stigma egois ke mereka jangan disalahkan," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




