Ribuan Bonek Mania Berdemo Tuntut Persebaya 2010 Dibubarkan
Jumat, 3 Januari 2014 | 21:01 WIB
Surabaya - Ribuan suporter Persebaya atau yang dikenal dengan Bonek Mania, menggelar unjuk rasa di depan Taman Surya Kota Surabaya, Jumat (3/1), menuntut agar Persebaya 2010 dibubarkan.
Para suporter Persebaya tersebut mendatangi Balai Kota Surabaya dengan membawa sejumlah spanduk, antara lain bertuliskan "Bubarkan Persebaya 2010", "Save Persebaya 1927", serta sejumlah tulisan lainnya. Meski saat itu hujan gerimis, sejumlah pemain klub junior Persebaya 1927 pun sempat memperagakan aksinya bermain bola di hadapan Bonek Mania.
"Wali Kota Surabaya, mana tanggung jawabmu terhadap Persebaya 1927?" seru Korlap Aksi, Andi Peci, saat berorasi di depan Taman Surya.
Andi mengatakan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk keprihatinan Bonek Mania terhadap ketidakadilan yang dilakukan PSSI yang membubarkan Persebaya 1927.
Ia mengatakan, Persebaya 1927 tidak bisa digantikan dengan Persebaya 2010, karena Persebaya 1927 telah berdiri jauh sebelum kelahiran PSSI pada 1930. Selain itu, Persebaya 1927 juga telah melahirkan pemain nasional seperti Andik Vermansyah dan Evan Dimas.
Dikatakan Andi lagi, pada 23 April 2023, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah membuat dan menandatangani surat perjanjian yang isinya tidak mengakui Persebaya 2010 dan tidak mengizinkannya bermain di Surabaya.
"Untuk itu, kami menagih janji Wali Kota. Kami berharap Wali Kota segera mengambil langkah tegas dalam persoalan ini," katanya.
Hingga sore, para Bonek Mania tersebut menyatakan akan tetap melakukan demonstrasi, sampai Wali Kota Surabaya menemui mereka. "Kita akan tetap di sini, jika Bu Risma tidak memediasi. Kami akan tunggu sampai Bu Risma hadir," ujar Andi pula.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




