Terisolasi
Jenderal AS di Afghanistan Dipecat
Sabtu, 5 November 2011 | 20:04 WIB
"Mengapa Anda tidak sekalian saja mencoblos mata saya dengan jarum. Anda mengolok-olok saya. Kami berikan 11 miliar dolar dan sekarang Anda berkata begitu," kata Jenderal Fuller
Komandan senior Amerika Serikat dipecat setelah melontarkan komentar tentang pemimpin Afghanistan.
Mayor Jenderal Peter Fuller, deputi komandan misi training NATO di Afghanistan mengatakan pemimpin negeri itu terisolasi dari kenyataan.
Tidak jelas apakah Jenderal Fuller akan mengundurkan diri atau pensiun.
Kepala angkatan bersenjata Amerika di Afghanistan,Jenderal John Allen, mengatakan komentar Jenderal Fuller tidak mencerminkan hubungan Amerika Serikat dan Afghanistan.
Jenderal John Allen menggambarkan kedua negara tetap solid.
"Rakyat Afghanistan adalah masyarakat terhormat dan komentar seperti itu tidak akan menjauhkan dari apa yang telah dicapai dari yang paling kritikal dan berbagi misi mengenai kestabilan, perdamaian dan kemakmuran Afghanistan."
Juru bicara Pentagon George Little mengatakan Menteri Pertahanan Leon Panetta mengetahui pernyataan itu.
Dikatakan bahwa Jenderal Fuller berbicara atas namanya sendiri dan bukan departemen pertahanan.
Berbicara di Washington, Jenderal Fuller mengatakan Presiden Afghanistan Hamid Karzai bukan seorang pembicara yang mengesankan.
"Saat mereka menyelenggarakan pemilihan presiden, saya harap mereka dapat memilih seseorang yang lebih pantas di muka umum," katanya.
Jenderal Fuller juga mengatakan kepada Pilitico, akan membuat para jenderal Afghanistan paham, bahwa keterlibatan mereka di negeri itu saat kondisi Amerika tidak menentu.
"Anda pikir Amerika punya jalan terbuat dari emas, semua orang tinggal di Hollywood," katanya.
"Mereka tidak mengerti pengorbanan Amerika untuk menjamin keamanan Afghanistan."
Politico melaporkan Jendral Fuller terganggu dengan Presiden Hamid Karzai, yang mengatakan Afghanistan akan berada di pihak Pakistan jika negeri itu berperang dengan Amerika Serikat.
"Mengapa Anda tidak sekalian saja mencoblos mata saya dengan jarum. Anda mengolok-olok saya. Kami berikan 11 miliar dolar dan sekarang Anda berkata begitu," kata Jenderal Fuller.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan penyataan Presiden Afghanistan disalahsartikan.
Namun Jenderal Fuller mengatakan misi latihan NATO di Afghanistan seperti mengajari orang memancing.
"Kita dapat mengajari orang memancing atau bisa memberi mereka ikan. Kita berikan ikan sementara kita ajari mereka memancing. Mereka minta ikan lebih banyak."
"Mereka berkata suka ikan todak, kanapa anda memberi kamo ikan cod. Coba tevak menu hari ini, ikan cod," cela Jenderal Fuller seperti dikutip dari Politico.
Jenderal Fuller bukan perwira tinggi senior pertama yang komentarnya disambar media massa.
Dalam kasus serius beberapa tahun lalu, Jenderal Stanley McChrystal mengundurkan diri, sebagai komandan angkatan bersenjata Amerika Serikat di Afghanistan tahun 2010.
Setelah mengeluarkan komentar kritis mengenai staf senior Presiden Barrack Obama kepada majalah Rolling Stone.
Komandan senior Amerika Serikat dipecat setelah melontarkan komentar tentang pemimpin Afghanistan.
Mayor Jenderal Peter Fuller, deputi komandan misi training NATO di Afghanistan mengatakan pemimpin negeri itu terisolasi dari kenyataan.
Tidak jelas apakah Jenderal Fuller akan mengundurkan diri atau pensiun.
Kepala angkatan bersenjata Amerika di Afghanistan,Jenderal John Allen, mengatakan komentar Jenderal Fuller tidak mencerminkan hubungan Amerika Serikat dan Afghanistan.
Jenderal John Allen menggambarkan kedua negara tetap solid.
"Rakyat Afghanistan adalah masyarakat terhormat dan komentar seperti itu tidak akan menjauhkan dari apa yang telah dicapai dari yang paling kritikal dan berbagi misi mengenai kestabilan, perdamaian dan kemakmuran Afghanistan."
Juru bicara Pentagon George Little mengatakan Menteri Pertahanan Leon Panetta mengetahui pernyataan itu.
Dikatakan bahwa Jenderal Fuller berbicara atas namanya sendiri dan bukan departemen pertahanan.
Berbicara di Washington, Jenderal Fuller mengatakan Presiden Afghanistan Hamid Karzai bukan seorang pembicara yang mengesankan.
"Saat mereka menyelenggarakan pemilihan presiden, saya harap mereka dapat memilih seseorang yang lebih pantas di muka umum," katanya.
Jenderal Fuller juga mengatakan kepada Pilitico, akan membuat para jenderal Afghanistan paham, bahwa keterlibatan mereka di negeri itu saat kondisi Amerika tidak menentu.
"Anda pikir Amerika punya jalan terbuat dari emas, semua orang tinggal di Hollywood," katanya.
"Mereka tidak mengerti pengorbanan Amerika untuk menjamin keamanan Afghanistan."
Politico melaporkan Jendral Fuller terganggu dengan Presiden Hamid Karzai, yang mengatakan Afghanistan akan berada di pihak Pakistan jika negeri itu berperang dengan Amerika Serikat.
"Mengapa Anda tidak sekalian saja mencoblos mata saya dengan jarum. Anda mengolok-olok saya. Kami berikan 11 miliar dolar dan sekarang Anda berkata begitu," kata Jenderal Fuller.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan penyataan Presiden Afghanistan disalahsartikan.
Namun Jenderal Fuller mengatakan misi latihan NATO di Afghanistan seperti mengajari orang memancing.
"Kita dapat mengajari orang memancing atau bisa memberi mereka ikan. Kita berikan ikan sementara kita ajari mereka memancing. Mereka minta ikan lebih banyak."
"Mereka berkata suka ikan todak, kanapa anda memberi kamo ikan cod. Coba tevak menu hari ini, ikan cod," cela Jenderal Fuller seperti dikutip dari Politico.
Jenderal Fuller bukan perwira tinggi senior pertama yang komentarnya disambar media massa.
Dalam kasus serius beberapa tahun lalu, Jenderal Stanley McChrystal mengundurkan diri, sebagai komandan angkatan bersenjata Amerika Serikat di Afghanistan tahun 2010.
Setelah mengeluarkan komentar kritis mengenai staf senior Presiden Barrack Obama kepada majalah Rolling Stone.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




