Sigma: Wiranto Ketum Parpol Paling Diinginkan Jadi Capres Versi Jurnalis
Jumat, 24 Januari 2014 | 13:31 WIB
Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura, Wiranto menjadi salah satu tokoh yang cukup diinginkan oleh kalangan jurnalis untuk menjadi presiden.
Hal tersebut tertuang dalam jajak pendapat yang dilakukan Sigma Indonesia dalam menentukan pilihan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan umum (pemilu) 2014 mendatang.
Jajak pendapat dilakukan pada 12-16 Januari 2014 terhadap 112 informan yang berprofesi sebagai jurnalis dari 63 media cetak, elektronik, dan media online. Hasil survei menyatakan, nama Wiranto muncul sebagai Ketum partai politik yang diinginkan menjadi presiden.
"Dalam jajak pendapat ini Wiranto menjadi tokoh yang cukup diinginkan oleh jurnalis untuk menjadi Presiden. Bahkan, Wiranto menjadi ketua umum parpol yang lebih diinginkan menjadi presiden dibanding 11 ketua umum parpol lainnya," kata Direktur Eksekutif Sigma Indonesia, Said Salahudin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1).
Menurutnya, jurnalis dipilih sebagai informan lantaran dianggap lebih mengenal sosok tokoh dibandingkan masyarakat pada umumnya. Profesi sebagai pekerja di media memungkinkan jurnalis untuk lebih sering berinteraksi secara langsung dengan para tokoh, baik melalui kegiatan peliputan, wawancara, dan aktivitas jurnalistik lainnya.
Sementara itu, capres non jabatan ketum parpol yang diinginkan oleh jurnalis menjadi presiden adalah Joko Widodo alias Jokowi. Sosok gubernur DKI Jakarta tersebut menempati urutan pertama.
Kemudian disusul Jusuf Kalla, Mahfud MD, Prabowo, Anies Baswedan Dahlan Iskan dan Tri Rismaharini. Sementara untuk wapres yang diinginkan oleh jurnalis terdapat nama Jusuf Kalla, Mahfud MD, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Abraham Samad, Prabowo Subianto, Tri Rismaharini, Dahlan Iskan, Hatta Rajasa, Hary Tanoesoedibjo, Ridwan Kamil dan Gita Wirjawan.
Pendapat Jurnalis dalam jajak pendapat kali ini, merupakan opini pribadi yang tidak mewakili media tempatnya bekerja. Hasil jajak pendapat juga tidak dapat digeneralisasi menjadi pendapat dari seluruh pekerja media, serta tidak mewakili opini profesi Jurnalis.
"Hasil jajak pendapat ini dapat dipertanggungjawabkan karena disampaikan secara jujur apa adanya, sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh informan. Lebih dari itu, jajak pendapat ini tidak dibiayai oleh pihak manapun," ungkap Said
Dijelaskan, pembiayaan jajak pendapat sepenuhnya dibiayai secara swadaya oleh Sigma, sebagai lembaga masyarakat sipil yang mandiri dan independen. Dalam jajak pendapat kali ini, bukanlah kegiatan pertama yang diselenggarakan Sigma.
Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009, Sigma juga pernah menyelenggarakan sejumlah jajak pendapat yang terkait dengan isu Pemilu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




