Kembali Bersekolah, Murid SDN 05 Bidaracina Diizinkan Tak Berseragam
Senin, 27 Januari 2014 | 10:48 WIBJakarta - Setelah berulangkali terendam banjir selama dua pekan terakhir, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Bidaracina, Jatinegara mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari Senin (27/1). Sebagian murid yang rumahnya masih terendam banjir diperbolehkan mengenakan pakaian bebas.
Siti Soleha, Wali Kelas V SDN 05 Bidaracina mengatakan, dilaksanakannya KBM lantaran air yang sempat merendam sekolah setinggi lebih dari 150 cm telah surut dan bersih dari lumpur. Meski demikian, pihak sekolah memberikan kelonggaran kepada murid untuk mengenakan pakaian bebas atau tidak membawa buku pelajaran.
"Selain tidak diwajibkan mengenakan seragam, kalau ada murid yang tidak bawa buku juga tidak apa-apa," kata Siti saat ditemui di SDN 05 Bidaracina, Senin (17/1).
Menurut Siti, kelonggaran ini diberikan karena masih banyak murid yang rumahnya terendam banjir. Dari sekitar 411 murid yang terdata di sekolah ini, Siti mengungkapkan tak seluruhnya datang ke sekolah.
"Banyak murid yang rumahnya masih terendam. Mereka mengungsi di GOR Jakarta Timur, jadi terlalu jauh kalau ke sekolah dan tidak bawa baju seragam," kata Siti.
Dituturkan, selama banjir melanda Ibu kota, sekolahnya empat kali terendam banjir. Bahkan air sempat mencapai ketinggian lebih dari 160 cm. Setiap banjir surut, para guru membersihkan area sekolah dari lumpur-lumpur yang menempel. Situasi yang tidak kondusif tersebut membuat pihak sekolah meminta murid untuk belajar di rumah.
"Hari Jumat (24/1) kemarin sudah mulai KBM tapi mengungsi di SDN 05 Cipinang Cempedak," kata Siti.
Dilaksanakannya KBM, menurut Siti, agar membuat para murid memiliki kesibukan. Hal itu membantu para orangtua yang khawatir anaknya bermain di air banjir.
Salah seorang murid, Angga (11) mengaku mengenakan kaos bebas berwarna putih lantaran tidak ada lagi seragam yang dapat dikenakan. Dengan banjir setinggi sekitar dua meter, Angga yang tinggal di RT 10/07, Kelurahan Bidaracina ini terpaksa mengungsi di GOR Jakarta Timur.
"Sekarang memang sudah kembali ke rumah, tetapi seragamnya kena banjir," kata murid kelas IV ini.
Aktivitas KBM juga terpantau di SDN 03 Bidaracina. Ratusan warga yang sempat mengungsi di sekolah ini telah kembali ke rumahnya untuk membersihkan lumpur yang dibawa aliran Kali Ciliwung.
"Sudah tidak ada pegungsi, jadi sudah normal seperti biasa. Kalau Sabtu kemarin masih separuh muridnya, sekarang sudah hampir seluruhnya datang ke sekolah," kata Rosiana Sinaga, Kelapa SDN 03 Bidaracina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




