Rusia: "Reunifikasi" Crimea Tidak Direncanakan

Minggu, 23 Maret 2014 | 19:17 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Seorang perwira militer Ukraina tampak meninggalkan pangkalan, ditengah penjagaan ketat oleh militer Rusia. Milter Rusia mengambil alih keamanan wilayah Crimea, pasca referendum yang menjadikan Crimea bergabung dengan Rusia.
Seorang perwira militer Ukraina tampak meninggalkan pangkalan, ditengah penjagaan ketat oleh militer Rusia. Milter Rusia mengambil alih keamanan wilayah Crimea, pasca referendum yang menjadikan Crimea bergabung dengan Rusia. (AFP PHOTO)

Kiev - Duta Besar Rusia untuk Uni Eropa Vladimir Chizov menyebut bergabungnya Crimea, sebuah wilayah otonom Ukraina, ke Rusia sebagai proses reunifikasi yang tidak direncanakan.

Hasil referendum 16 Maret lalu menunjukkan mayoritas warga Crimea ingin melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Langkah tersebut, menurut Xhizov, mengakhiri "keabnormalan" selama 60 tahun.

Sabtu lalu, pasukan Rusia dan demonstrab pro-Rusia menyerbu dua markas angkatan udara Ukraina di Crimea, dan menempatkannya di bawah kendali Rusia.

Chizov mengatakan pasukan Ukraina di Crimea harus memilih antara mengundurkan diri, bergabung dengan Rusia, atau meninggalkan Crimea.

Chizov juga memperingatkan AS agar jangan sampai mengirim pasukannya ke Ukraina. Dia mengatakan jika hal itu terjadi akan merupakan "suatu kesalahan besar'.

Rusia sendiri masih tidak mengakui pemerintahan Ukraina yang baru, namun meminta otoritas Ukraina untuk menjaga baik-baik warga Rusia atau etnis Rusia yang berada di Ukraina.

Rusia juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengirim pasukan ke wilayah lain di Ukraina atau Eropa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon