Dino Lakukan Tabur Bunga ke Makam Usman dan Harun

Senin, 24 Maret 2014 | 17:45 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Peserta konvensi dari Partai Demokrat (PD) Dino Patti Djalal melakukan tabur bunga di makam pahlawan Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (24/3). Dino didampingi istrinya, Rosa Raj Djalal.
Peserta konvensi dari Partai Demokrat (PD) Dino Patti Djalal melakukan tabur bunga di makam pahlawan Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (24/3). Dino didampingi istrinya, Rosa Raj Djalal. (R-14/Suara Pembaruan)

Jakarta - Peserta konvensi dari Partai Demokrat (PD) Dino Patti Djalal melakukan tabur bunga di makam pahlawan Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (24/3). Dino didampingi istrinya, Rosa Raj Djalal.

"Mereka memberikan pengorbanannya untuk kita. Bagi saya, itu yang membuat mereka menjadi pahlawan," kata Dino di lokasi kuburan.

Ia menjelaskan, tidak hanya melakukan tabur bunga di makam Usman dan Harun. Dia juga melakukan tabur bunga di makam korban di Singapura.

"Kita berikan kepada Usman dan Harun tetapi juga melakukan kepada korban-korban. Ternyata yang lainnya sudah dikremasi. Ada lagi makam orang Muslim, tetapi susah dicari makamnya," jelasnya.

Beberapa bulan lalu, Singapura melayangkan protes kepada Indonesia atas penamaan Usman-Harun untuk kapal perang anyar Indonesia. Nama itu berasal dari gabungan Sersan Usman Mohamed Ali dan Kopral Harun Said, dua anggota satuan elite Korps Komando Operasi (KKO), yang menjadi cikal-bakal Marinir.

Periode 1960-an, pemerintahan Soekarno memang gerah dengan pembentukan negara Malaysia. Singapura yang anggota persemakmuran Inggris ini juga dianggap pangkalan Blok Barat yang dapat mengancam Republik Indonesia. Sejak saat itu, Soekarno gencar mengirim orang-orang untuk menyabotase keadaan di Singapura dan Malaysia.

Pada 10 Maret 1965, Usman dan Harun ditugaskan untuk mengebom pusat keramaian di Jalan Orchard, Singapura. Mereka berhasil menyusup ke Mac Donald House dan meledakkan bom waktu di pusat perkantoran yang digunakan Hongkong and Shanghai Bank itu.

Ledakan dahsyat itu menghancurkan gedung tersebut dan gedung-gedung sekitarnya. Tiga orang tewas, sedangkan 33 orang terluka parah. Beberapa mobil di Jalan Orchard hancur berantakan.

Setelah menyelesaikan misi, Usman dan Harun berusaha keluar Singapura. Mereka berusaha menumpang kapal-kapal dagang yang hendak meninggalkan Singapura, namun tidak berhasil.

Pemerintah Singapura telah mengerahkan seluruh armadanya untuk memblokade Selat Malaka. Hampir tidak ada kesempatan untuk kabur. Kemudian, Usman dan Harun mengambil alih kapal motor. Malang, di tengah laut kapal tersebut mogok. Mereka tidak bisa lari dan ditangkap oleh petugas patroli Singapura.

Keduanya dijebloskan ke penjara. Hakim mengganjar mereka dengan hukuman gantung atas kasus pembunuhan, penggunaan bahan peledak, dan melakukan tindakan terorisme. Pemerintah Indonesia mencoba banding dan mengupayakan semua bantuan hukum dan diplomasi. Semua upaya itu buntu karena ditolak Singapura.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon