Krisis Krimea Berpotensi Untungkan Saham SRIL
Kamis, 27 Maret 2014 | 09:05 WIB
Jakarta - Krisis antara Ukrania dan Rusia yang semakin memanas berpeluang memberikan keuntungan bagi produsen seragam militer di Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).
KDB Daewoo Indonesia merekomendasikan saham SRIL yang saat ini harga sahamnya telah turun sampai 25% atau Rp205 di bawah harga IPO Rp 240 di 17 Juni 2013.
Sebagai produsen seragam militer di Indonesia, SRIL berpotensi untuk mendapat keuntungan karena naiknya pengeluaran di bidang militer. SRIL terbukti sebagai salah satu produsen seragam militer terbaik, mengingat fakta bahwa SRIL tengah memasokkan produknya ke 30 negara.
Menurut hasil riset KDB Daewoo, di awal Februari tahun ini, SRIL telah memenangkan pesanan seragam sekitar 2,1 juta dari Jerman dan Malaysia yang bernilai sekitar US$23 juta (pesanan tersebut direncanakan akan selesai di pertengahan tahun ini). Selain seragam militer, SRIL juga memproduksi seragam kantoran, benang tekstil, dan busana lainnya. Perseroan mengekspor 70% produknya ke negara lain, di mana 30% dari produk tersebut merupakan seragam militer.
Di delapan hari perdagangan terakhir, saham perusahaan ini telah turun sampai 25% atau Rp205 di bawah harga IPO Rp 240 di 17 Juni 2013.
Pada kuartal ketiga tahun lalu, SRIL mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,7 trilliun (naik 27,6% YoY) dan laba bersih naik 53,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp243 milyar.
Kapasitas perusahaan ini juga diperkirakan naik dua kali lipat tahun ini, yang mana akan membantu pihak manajemen untuk mencapai target bisnis mereka di 2014. Pertumbuhan pendapatan diperkirakan naik 20 persen dan laba bersih tahunan diperkirakan naik 37%.
Dari perdagangan terakhir, saham SRIL diperdagangkan di P/E 11,8x. Meskipun tekanan untuk menjual tetap ada, KDB Daewoo merekomendasikan investor untuk melakukan strategi bottom fishing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




