Praven/Debby Kalah, Indonesia Cuma Kebagian Satu Gelar Juara
Minggu, 30 Maret 2014 | 17:38 WIB
Johor - Praveen Jordan/Debby Susanto gagal mengikuti jejak Simon Santoso di final Malaysia Terbuka Grand Prix Gold. Banyaknya unforced errorsmembuat mereka kalah dua set langsung 14-21, 13-21 dari ganda campuran Tiongkok, Lu Kai/Huang Yaqiong.
Hasil ini juga membuat Indonesia hanya bisa meraih satu gelar dari tiga wakil yang maju ke final. Sebelumnya Adriyanti Firdasari kalah dari Yao Xue (Tiongkok), sedangkan Simon Santoso menang atas Sourabh Varma (India).
Lu/Huang unggul cepat 5-11 di awal laga. Bukan karena mereka tampil apik, melainkan seringnya Praveen melakukan kesalahan. Pukulan Ucok, sapaan pemain asal PB Djarum ini, sering melabrak net, melebar, atau memanjang ke belakang garis baseline.
Tapi Ucok tampil lebih baik selepas interval. Pasangan baru pelatnas ini menipiskan jarak menjadi 10-13.
Sayang, kesalahan demi kesalahan terus dibuat. Beberapa kali oleh Ucok, sisanya oleh Debby. Lu/Huang merebut set pertama, 14-21.
Praveen/Debby memberi perlawanan lebih ketat di awal set kedua. Marjin poin tak pernah lebih dari tiga angka. Namun itu tak bertahan lama karena Lu/Huang menutup interval set kedua dengan skor 7-11.
Sempat menipiskan kedudukan hingga 10-12, Praveen/Debby kembali gagak konsisten. Banyaknya kesalahan sendiri dan pengembalian bola tanggung membuat Lu/Huang menjauh.
Lu/Huang sukses membuat Debby mundur ke belakang. Akibatnya Ucok sangat jarang punya kesempatan menjadi tukang gebuk. Smash keras andalan Ucok jarang sekali keluar.
Kemenangan Lu/Huang pun tak terelakkan. Set kedua dimenangkan pasangan Tiongkok dengan 13-21.
Kekalahan ini membuat Ucok gagal mempertahankan gelarnya. Tahun lalu ia menjuarai turnamen ini saat berpasangan dengan Vita Marissa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




