Ahok Minta Masalah Manusia Gerobak Jangan Didramatisir

Kamis, 10 April 2014 | 16:10 WIB
LT
YD
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: YUD
Seorang lansia bersama anaknya di dalam gerobak saat menunggu buka puasa bersama Kemensos dan manusia gerobak di kawasan Kelurahan Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).
Seorang lansia bersama anaknya di dalam gerobak saat menunggu buka puasa bersama Kemensos dan manusia gerobak di kawasan Kelurahan Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu (28/7). (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao/Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta semua pihak tidak mendramatisir permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang hidup di gerobak, atau yang sering disebut sebagai manusia gerobak.

Alasannya, manusia gerobak kebanyakan bukan warga DKI Jakarta, melainkan warga dari daerah lain yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib. Namun karena tidak ada keterampilan, mereka akhirnya terlantar tidak mampu menyewa rumah, lalu hidup di gerobak.

"Manusia gerobak juga banyak yang bukan orang DKI. Itu hanya di dramatisir saja," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (10/4).

Kendati demikian, lanjutnya, bukan berarti Pemprov DKI tutup mata terhadap keberadaan manusia gerobak tersebut. Sebab, pihaknya sudah mempunyai program rumah susun untuk warga yang tidak mampu.

Sudah ada beberapa manusia gerobak yang diberikan rumah susun supaya bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan manusiawi.

"Kita ada program rumah susun. Sudah ada beberapa yang kita masukin ke rumah susun," ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI sedang menyiapkan panti sosial untuk PMKS, termasuk manusia gerobak. Panti sosial tersebut akan dibangun di luar Jakarta.

"Kita lagi pikirin menyiapkan panti sosial di luar Jakarta. Kita taruh mereka saja disitu. Ini kan orang yang cari duit, bukan cari makan. Mereka cari duit mau kaya," tukas mantan Bupati Belitung Timur.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal manusia gerobak tersebut, untuk memulangkan manusia gerobak ke daerah asalnya. Lalu bila mereka kembali lagi ke Jakarta, maka mereka akan diberikan tindak pidana.

"Kita akan pulangkan mereka ke kampung halamannya. Tetapi kalau kembali lagi ke Jakarta, musti kita pidana. Ini kita mau bicara dengan Pak Wali Kota bagaimana caranya. Yang penting mereka harus dipulangkan," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon