Kepergian Nokia Masih Tinggalkan Luka Mendalam bagi Warga Finlandia

Senin, 14 April 2014 | 03:05 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Ilustrasi Nokia.
Ilustrasi Nokia. (Neurope)

(Bagian terakhir dari dua tulisan)

Selain irit bicara dan maniak sauna, warga Finlandia masih terlihat emosional bila berbicara mengenai Nokia.

2. Masih Emosional Jika Berbicara soal Nokia
Walau sudah enam bulan berlalu setelah Nokia dibeli oleh Microsoft sejak September 2013, rasa sakit dan kepercayaan diri warga Finlandia masih belum bisa terobati hingga kini. 

Nokia tidak hanya sekedar perusahaaan teknologi, namun telah menjadi bagian sejarah Finlandia. Saat krisis ekonomi menghantam pada tahun 1990-an, Finlandia mengalami resesi yang dalam. Nokia kemudian hadir sebagai simbol kebangkitan ekonomi Finlandia pascaresesi.

Dari produsen sepatu boot karet dan tisu toilet, Nokia bertransformasi menjadi perusahaan terbesar Finlandia dan perusahaan ponsel terdepan di dunia.

Perubahan besar itu memiliki pengaruh besar bagi psikologi masyarakat sehingga Nokia seperti melambangkan kebangkitan dan harapan baru. Dan saat "harapan" itu dijual, "Kami seperti kehilangan identitas. Orang biasanya menganggap Finlandia adalah Nokia, Nokia adalah Finlandia. Tapi kini sudah tidak bisa lagi. Kami tidak tahu kami ini siapa," kata Sanna Kantola, jurnalis asal Helsinki.

Dengan tipikal orang Finlandia yang nyaris tanpa emosi, perasaan yang kuat terhadap suatu perusahaan adalah suatu hal yang luar biasa.

Kini, mereka berspekulasi dan mencoba meyakini bahwa dalam waktu dekat ada suatu kebangkitan baru dari mantan karyawan Nokia untuk meluncurkan satu merk ponsel yang akan melejit seperti Nokia.

Tapi bagi sebagian orang Finlandia yang mulai menerima kenyataan perginya Nokia, hal itu dianggap sebagai ilusi dan romantisme kejayaan Nokia belaka.

3. Sangat Terorganisir
Sebagian besar warga Finlandia bergabung dalam asosiasi, entah itu formal maupun informal untuk menyalurkan hobi mereka seperti klub olahraga, asosiasi menjahit atau memasak.

Sejumlah asosiasi sebenarnya dimulai dari pertemuan santai antara dua hingga tiga orang, tapi karena warga Finlandia suka dengan segala sesuatu yang teratur dan terdaftar, mereka biasanya langsung mendaftarkan perkumpulan tersebut ke dinas setempat.

4. Sangat Respek terhadap Aturan
Saking hormatnya terhadap aturan, jangan heran bila orang masih tetap sabar berdiri menunggu lampu warna hijau untuk menyeberang pada pukul 5 pagi walau hari masih gelap dan sangat dingin. Warga Finlandia juga dikenal sangat on-time dan melakukan segala sesuatu berdasarkan agenda atau schedule yang telah dibuat.

5. Doyan Membaca
Walau teknologi sangat maju serta akses internet sangat mudah dan cepat didapatkan, warga Finlandia masih menyukai gaya tradisional membaca buku atau majalah di perpustakaan. Jika Anda memiliki waktu di akhir pekan, berkunjunglah ke perpustakaan di lingkungan tempat Anda menginap. Anda akan melihat perpustakaan yang ramai dan orang-orang, baik tua dan muda, sibuk membaca. Kesadaran membaca yang tinggi ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa tingkat bebas buta huruf mencapai hampir 100% di Finlandia.

6. Jujur
Orang Finlandia dikenal sebagai pribadi yang jujur. Mereka tidak jago mengekspresikan emosi mereka, namun walau tak berbicara banyak, mereka akan memberikan pujian jika terkesan dengan Anda. Meski tak bisa dijamin 100% jujur, tapi rata-rata mereka menerapkan nilai kejujuran. Jika ada yang meninggalkan tas di kursi karena hendak ke toilet, seisi tas itu biasanya akan tetap utuh. Petugas yang melihat tas tanpa pemilik akan meninggalkan kartu yang bertuliskan "Jangan tinggalkan tas tanpa pengawasan".

7. Loyal
Memang tak mudah menjalin hubungan dengan orang Finlandia. Tapi sekali mendapat kepercayaannya, mereka akan sangat setia kepada Anda dan tak akan segan-segan memberikan bantuan apa saja semaksimal mungkin. Namun, hal itu tidak terjadi sekejap, orang Finlandia membutuhkan waktu untuk mengenal dan mempercayai seseorang.

8. Meninggalkan Bayi Tidur dalam Stroller di Luar Restoran
Jangan kaget bila Anda melihat bayi dibiarkan dalam stroller di luar restoran. Banyak orangtua yang melakukan hal itu di Finlandia. Sementara sang ibu menikmati wine atau secangkir kopi panas di dalam restoran, bayinya tertidur nyenyak di dalam stroller yang diparkir di luar.

Parkiran stroller dengan bayi di dalamnya adalah hal yang lazim di Finlandia.


Para orangtua hanya mengawasi bayi mereka dari dalam kafe. Bagi mereka, udara segar di luar ruangan justru lebih bagus untuk kesehatan bayi dibanding ruangan pengap di dalam kafe atau restoran. Tentunya, ini biasa dilakukan karena lingkungan mereka sangat aman dan jarang ada kasus penculikan bayi.

                                                                       Sebelumnya: 1. Sauna, di Balik Senyuman Orang Finlandia

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon