BKKBN: Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Penduduk

Selasa, 15 April 2014 | 00:57 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal (kiri), didampingi  Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon (kanan) dan Walikota Jakarta Timur Krisdianto (tengah) berinteraksi dengan murid serta guru PAUD, dalam peresmian program PAUD 1000 Anak Bangsa di PAUD Permata Bunda, Jakarta, Senin (10/3). SP/Joanito De Saojoao.
Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal (kiri), didampingi Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon (kanan) dan Walikota Jakarta Timur Krisdianto (tengah) berinteraksi dengan murid serta guru PAUD, dalam peresmian program PAUD 1000 Anak Bangsa di PAUD Permata Bunda, Jakarta, Senin (10/3). SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal mengatakan, pemerintah Indonesia memberikan komitmen yang besar terhadap kualitas penduduk.

"Semua dibuktikan dengan program wajib belajar dan lain sebagainya," kata Fasli Jalal melalui surat elektronik yang diterima di Jakarta, Senin (14/4).

Pernyataan Fasli tersebut, disampaikan pada acara debat interaktif tingkat tinggi yang berlangsung di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York.

Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 100 negara yang terlibat aktif dalam penyusunan rencana aksi Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) Kairo 1994.

Tidak hanya marayakan 20 tahun momentun ICPD Kairo 1994, pertemuan tersebut juga sebagai bukti komitmen negara-negara maju dan berkembang dalam memperjuangkan pembangunan berwawasan kependudukan dan menciptakan kesejahteraan untuk semua.

Debat tingkat tinggi yang dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif UNFPA Babantunde, mengundang 48 orang pembicara kunci dan penanggap debat, termasuk dua diantaranya wakil dari delegasi Indonesia yaitu wakil ketua Komisi IX DPR RI Nova Riyanti Yusuf dan Kepala BKKBN, Fasli Jalal.

Dalam acara tersebut, Fasli juga mengatakan Pemerintah Indonesia telah menyediakan fasilitas kesehatan termasuk akselerasi pelayanan program keluarga berencana, perluasan kesempatan kerja dengan membuka kawasan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan yang merata bagi penduduk.

"Semuanya merupakan bagian dari menjaga keberlangsungan pembangunan dan meningkatkan kualitas penduduk," katanya.

Pemerintah Indonesia, dan negara lain yang hadir dalam acara tersebut, kata dia, harus tetap memberi perhatian pada akses pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang komprehensif untuk mengurangi kematian ibu hamil dan bersalin.

Selain itu, perhatian yang seksama bagi perkawinan dan kehamilan muda serta penanggulangan HIV/AIDs dan inveksi manular seksual.

"Diperlukan kemitraan global untuk saling bekerja sama dengan negara-negara di dunia," kata Fasli.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon