Pemandu Lokal Everest Hentikan Pendakian untuk Satu Musim
Rabu, 23 April 2014 | 02:35 WIB
Pemandu lokal asal Nepal di Gunung Everest telah memutuskan untuk meninggalkan aktivitas pendakian selama satu tahun ini untuk menghormati 16 kolega mereka yang tewas dalam longsoran salju pekan lalu.
Keputusan menghentikan aktivitas pendakian itu menimbulkan kekacauan agenda pendakian bagi ratusan pendaki dari berbagai negara. Sebab, mereka sudah menunggu di base camp setelah membayar puluhan ribu dolar untuk bisa mencapai puncak tertinggi di dunia itu.
"Kami telah mengadakan pertemuan panjang sore ini. Kami memutuskan untuk menghentikan pendakian kami tahun ini untuk menghormati saudara-saudara kami yang tewas. Semua sherpa (kaum pemandu lokal asal Nepal, Red) bersatu dalam hal ini, " ujar pemandu lokal Tulsi Gurung kepada kantor berita AFP, Selasa (22/4) dari base camp.
Para sherpa melakukan tugas-tugas penting di gunung setinggi 8.848 meter itu. Mereka membawa peralatan dan makanan, memperbaiki tangga dan tali untuk mengurangi risiko bagi klien yang mereka bawa.
Mereka mendapatkan US$ 3.000 sampai US$ 6.000 untuk satu musim pendakian. Tetapi, asuransi bagi mereka hampir selalu tidak memadai ketika kecelakaan terjadi.
"Beberapa pemandu telah meninggalkan aktivitasnya dan yang lainnya perlu memakan waktu sekitar seminggu untuk berkemas untuk pergi," kata Gurung.
Salah satu kakak Gurung merupakan salah satu dari 13 sherpa yang tewas tertimbun longsoran salju pada 18 April lalu. Hingga saat ini, masih ada tiga pemandu lokal yang belum ditemukan, diduga ketiganya sudah tewas tertimbun salju.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




