Pameran Bahan Baku Farmasi ASEAN Bantu Terciptanya JKN
Selasa, 13 Mei 2014 | 15:41 WIB
Jakarta – United Business Media (UBM) Asia kembali menggelar pameran bahan baku farmasi se-ASEAN atau Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2014 di Indonesia untuk ketiga kalinya, pada 20-22 Mei 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran.
Ajang ini diharapkan dapat mendukung terciptanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Melalui ajang ini pemerintah, asosiasi perdagangan, dan lembaga regulator mendapatkan update mengenai pasar bahan baku farmasi," kata President Director, PT UBM Pameran Niaga Christopher Eve dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/5).
Pameran ini merupakan peluang bagi para pelaku industri farmasi dan penyedia bahan baku obat dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara yang sedang tumbuh pesat.
"Pameran CPhI SEA 2014 akan menghadirkan bahan baku obat inovatif dengan kualitas tinggi sehingga memudahkan ketersediaan obat-obatan terjangkau, terutama di Indonesia terkait dengan pelaksanaan JKN,' kata dia.
JKN merupakan program kesehatan pemerintah untuk semua lapisan masyarakat Indonesia,yang resmi diaplikasikan sejak 1 Januari 2014 di bawah pengawasan BPJS. Kepesertaan JKN adalah wajib bagi semua penduduk Indonesia yang berjumlah 257,5 juta jiwa dan ditargetkan akan terlaksana paling lambat per 1 Januari 2019.
Kepala Departemen Humas, BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi mengatakan, berdasarkan catatan BPJS Kesehatan, per 9 Mei 2014, total jumlah peserta BPJS Kesehatan sebanyak 121,6 juta orang atau sudah mencapai target tahun 2014.
"Tingginya antusiasme masyarakat karena tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan," kata dia.
Menjelang lima bulan pelaksanaannya, JKN telah menerima berbagai masukan termasuk perihal ketersediaan obat. "Obat memiliki peran penting dalam layanan kesehatan dengan menyerap 35 - 40 persen dari seluruh komponen biaya di puskesmas maupun rumah sakit," kata dia.
Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) Kendrariadi Suhanda, menyatakanm, Industri farmasi Indonesia masih menghadapi tantangan dengan tingginya impor bahan baku obat yaitu lebih dari 90 persen.
"Mayoritas bahan baku masih didominasi Tiongkok dan India sebesar 60 persen, padahal produk farmasi dalam negeri juga sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sebagian sudah memenuhi standar internasional," kata pria yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia ini.
CPhI SEA 2014 menghadirkan 260 peserta dari 25 negara di dunia serta 5 paviliun negara. Dalam pameran ini akan menampilkan produk bahan baku farmasi unggulan, mesin-mesin, perlengkapan dan produk kemasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




