Monaco Ceraikan Claudio Ranieri

Selasa, 20 Mei 2014 | 22:02 WIB
MG
B
Penulis: ME Gunawan | Editor: B1
Gaya pelatih AS Monaco, Claudio Ranieri
Gaya pelatih AS Monaco, Claudio Ranieri (Sky Sports)

Monaco – Akhirnya, desas-desus itu menjadi kenyataan. Klub elite Ligue 1, AS Monaco, pada Selasa (20/5) resmi memutuskan kontrak kerja pelatih tim asal Italia, Claudio Ranieri. Les Rouges et Blancs, julukan Monaco, berdalih di musim depan, membutuhkan sosok pelatih baru yang mampu mengubah gaya permainan Eric Abidal dkk menjadi lebih menyerang.

Dua tahun lalu, tepatnya 30 Mei 2012, Ranieri ditunjuk menangani Monaco yang saat itu masih berkiprah di Ligue 2. Dalam semusim, Ranieri mampu membawa klub meraih tiket promosi menyusul keberhasilannya menjadi jawara liga, prestasi kali pertama sepanjang sejarah.

Di musim ini, meskipun kehilangan striker andalannya Radamel Falcao yang mengalami cedera di pertengahan musim, Ranieri masih mampu mendudukkan Monaco sebagai runner-up Ligue 1 dengan rekor poin klub (80 angka) di bawah Paris Saint-Germain (PSG) sekaligus meraih tiket ke Liga Champions.

Akan tetapi, kekalahan mengejutkan yang dialami Monaco di semifinal Coupe de France, April lalu, membuat haluan manajemen klub berubah. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Vadim Vasilyev, dalam konferensi persnya yang digelar untuk merilis konfirmasi resmi perceraian Monaco dengan Ranieri.

"Kami telah membuat keputusan untuk bercerai. Tapi, saya ingin menyampaikan penghormatan pada Claudio. Kinerjanya luar biasa. Keputusan yang sangat sulit untuk diambil. Kami butuh momentum baru. Satu-satunya hal (kesalahan Ranieri) adalah kekalahan di Coupe de France," tegas Vasilyev.

Sejak isu pemecatan Ranieri mengemuka, publik dan media massa Prancis menunjuk pelatih muda Sporting Lisbon Leonardo Jardim sebagai favorit untuk menangani Monaco di musim depan. Tanpa mau mengiyakan maupun menampik, Vasilyev mencoba berdiplomasi dengan menyebutkan bahwasanya klub belum meraih kesepakatan dengan pelatih yang diincarnya.

"Saya belum dapat memberikan konfirmasi siapa yang bakal kami tunjuk sebagai pelatih baru. Masih ada detail (kesepakatan) yang belum diselesaikan. Hal itu bukanlah yang utama. Yang menjadi alasan utama kami adalah klub mesti mempunyai filosofi permainan yang lebih menyerang dengan maksud memberikan hiburan bagi para pendukung. Itulah ambisi kami," pungkas Vasilyev.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon