Obama: Jangan Bawa Anak-anak ke Wilayah Perbatasan
Jumat, 27 Juni 2014 | 08:41 WIB
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meminta para orangtua di Amerika Tengah untuk tidak membawa anak mereka ke perbatasan selatan AS.
"Jangan kirim anak Anda ke perbatasan. Jika mereka berhasil (melewati perbatasan), mereka akan dikirim balik. Yang lebih penting lagi, mereka kemungkinan tidak bisa (menembus perbatasan)," kata Obama.
Puluhan ribu anak-anak, yang kebanyakan dari Amerika Tengah, telah masuk ke wilayah AS dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu membuat pusat pemrosesan perbatasan membludak dan memicu kritik dari Partai Republik atas kebijakan imigrasi Obama.
Sementara para pejabat AS dikaitkan dengan tingginya angka kemiskinan dan kekerasan geng di Amerika Tengah.
Pemerintah AS berusaha menghapus pemikiran para orangtua Amerika Tengah yang menganggap anak-anak mereka bisa memenuhi syarat untuk menetap di AS sebagai bagian upaya reformasi imigrasi yang sedang dibahas di Kongres.
"Pesan kami tentunya adalah jangan kirim anak Anda tanpa ditemani, lewat kereta atau sekumpulan penyelundup," kata Obama seperti dilansir ABC News.
"Kami bahkan tidak tahu berapa banyak anak yang gagal menembus perbatasan, dan mungkin telah dicegat dan dimanfaatkan untuk perdagangan seks atau tewas karena jatuh dari kereta."
Isu imigrasi merupakan kebijakan yang sangat diperdebatkan di AS. Terpilihnya Obama pada 2012 diperkirakan karena menguatnya dukungan pemilih keturunan Hispanik. Dukungan mereka bagi Partai Demokrat akan krusial dalam pemilu nasional AS di masa depan.
Jika RUU Imigrasi diresmikan, jutaan orang dewasa yang tinggal di AS secara tidak sah bisa memiliki status yang jelas setelah membayar utang pajak dan dendanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




