Kempera Masuk Daftar 10 Teratas Kementerian Paling Banyak Sosialisasikan Program
Jumat, 4 Juli 2014 | 14:13 WIB
Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) masuk dalam 10 besar kementerian dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang paling banyak melakukan sosialisasi program kerja serta kebijakan pemerintah, khususnya dalam bidang perumahan rakyat kepada masyarakat dan media massa. Adanya sosialisasi serta pemberitaan di media massa tersebut merupakan salah satu upaya Kempera menginformasikan program kerja yang dilaksanakannya selama ini.
Kesimpulan di atas merupakan hasil riset dan monitoring media terkait hasil kinerja KIB II di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari sisi kaca mata media yang dilaksanakan oleh Forum Jurnalis Jakarta (FJJ) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ketua Forum Jurnalis Jakarta (FJJ) Ahmad Yuslizar, dalam siaran persnya, Jumat (4/6), menjelaskan, Kempera berada di ranking sembilan dari 34 kementerian yang dimonitor terkait sosialisasi program kerjanya di media massa. Pada kegiatan ini, FJJ menggunakan sampel media yang dibatasi pada 12 media massa yang terdiri dari media online atau media cetak yang terbit dari awal Januari–pertengahan Juni, tetapi tidak pada media visual.
"Kempera berada di posisi sembilan dari 34 kementerian yang dimonitor oleh FJJ. Sedangkan posisi teratas diduduki oleh Kementerian BUMN," kata Ahmad.
Yos menuturkan, ranking publikasi program yang dilaksanakan oleh Kempera ini menurutnya bisa meningkat, karena didukung program-program kerja yang penting di lapangan dan berpihak pada rakyat kecil. Adanya program rumah swadaya atau yang lebih dikenal sebagai bedah rumah merupakan program Kempera yang "seksi" dan menarik untuk dijadikan bahan berita media.
Ketertarikan media pada 10 kementerian teratas dikarenakan memiliki program-program kehumasan yang efektif dalam merangsang para jurnalis untuk melakukan peliputan pemberitaan. Adanya kegiatan door stop maupun diskusi rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat dinilai efektif dalam menyosialisasikan program-program kementerian.
Penelitian dan monitor oleh FJJ ini dibatasi pada kinerja KIB II dalam lima bulan terakhir, yakni dari Januari hingga Mei 2014 menjelang berakhirnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. FJJ akan memberikan laporan kementerian-kementerian yang paling masif dan paling minim menginformasikan kebijakan dan program-program kementeriannya.
"Tujuan monitor ini juga untuk melihat apakah menjelang berakhirnya masa Kabinet Indonesia Bersatu para menteri masih fokus dalam mengurusi kementeriannya atau justru sudah terjebak pada kepentingan partai politiknya masing-masing. Mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk berebut kekuasaan di parpolnya masing-masing atau tetap bekerja luar biasa untuk rakyat," katanya.
Adanya, monitor yang dihasilkan oleh sebuah kementerian secara tidak langsung juga mencerminkan kinerja kementerian. Semakin minimnya pemberitaan menunjukkan adanya kegagalan kementerian dalam menyosialisasikan program-programnya atau bahkan kekurangan program dan inovasi. "Kalau kementerian tersebut punya program yang bagus dan keinginan yang kuat agar dikenal luas oleh masyarakat tentunya kementerian tersebut bekerja keras mendapat perhatian dari pers," katanya.
Lebih lanjut, Yos menerangkan, untuk 10 terbaik kementerian KIB II dari sisi kuantitas pemberitaan dari 12 media massa, Kementerian BUMN paling banyak mendapatkan porsi berita dari media massa. Dari awal Januari hingga Mei, Kementerian BUMN terhitung melakukan sosialisasi kinerja kementeriannya sebanyak 831 pemberitaan tentang program kerja. Ini artinya Kementerian BUMN yang diotaki oleh Dahlan Iskan adalah kementerian yang paling berhasil dalam menyosialisasikan program-programnya.
Di posisi kedua adalah Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian sebanyak 691 berita. Di posisi ketiga, Kementerian Keuangan sebanyak 661 berita. Lalu keempat, Kementerian Perdagangan sebanyak 580 berita. Kelima, Kementerian ESDM sebanyak 531 berita. Keenam, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 485 berita. Ketujuh, Kementerian Perhubungan sebanyak 412 berita. Kedelapan, Kementerian Dalam Negeri sebanyak 389 berita. Kesembilan, Kementerian Perumahan Rakyat 348 berita. Lalu kesepuluh, Kementerian Agama sebanyak 340 berita.
Sementara kementerian level bawah terdiri dari 12 kementerian. Jumlah pemberitaan untuk 12 kementerian ini selama lima bulan terakhir tidak mencapai 100 berita program kerja kementerian. Sementara sisa kementerian lainnya masuk di kelas menengah dengan jumlah pemberitaan antara 115–300 jumlah berita tentang program kerja dan hasil kerja kementerian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




