"Punksantren", Pesantrennya Anak-anak Punk

Selasa, 8 Juli 2014 | 20:34 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Kegiatan
Kegiatan "Punksantren" yang digelar Komunitas Punk Muslim dan Dompet Dhuafa di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat, 4-7 Juli 2014. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Banyak hal positif yang bisa dilakukan selama berpuasa di bulan Ramadan. Contohnya pesantren Ramadan yang digelar Komunitas Punk Muslim dan Dompet Dhuafa. Kegiatan yang diberi nama "Punksantren" ini digelar akhir pekan lalu (4-6/7) di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat.

Manager Social Development Dompet Dhuafa, Nugroho Indera Warman menjelaskan, kegiatan yang diikuti 60 anak-anak punk dari Komunitas Punk Muslim ini digelar sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi anak-anak punk untuk mendekatkan mereka kembali pada nilai-nilai agama.

"Bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk berbagi, khususnya mereka yang dhuafa dan termarginalkan. Termasuk kepada anak-anak jalanan (punk) yang waktunya lebih sering di jalan mencari penghidupan," kata Nugroho Indera Warman di Jakarta, Selasa (8/7).

Selain mendapatkan pendidikan keagamaan, lanjut Nugorho, peserta juga menerima pelatihan mengenai kebencanaan. Pelatihan relawan siaga bencana tersebut difasilitasi oleh tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. "Kita berharap mereka bisa jadi bagian dari relawan kita, khususnya untuk kebencanaan," ungkap Nugorho.

Sementara Pembina Punk Musilm, Ahmad Zaki menuturkan, segmentasi pendidikan anak punk memang masih rendah, sehingga mereka perlu meningkatkan kualitas diri mereka. Dengan kegiatan ini, Zaki berharap, mereka dapat menggunakan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.

"Alhamdulillah mereka senang dan ingin kegiatan ini terus berlanjut di luar bulan Ramadhan," ujarnya.

Stigma buruk yang melekat pada pribadi anak punk tak membuat Komunitas Punk Muslim patah arang. Kata brandal yang seringkali disematkan untuk mereka semakin menantang mereka untuk berbuat kebajikan.

Rencananya, pelatihan tentang kebencanaan dari DMC Dompet Dhuafa akan rutin digelar. Menurut Zaki, pelatihan kebencanaan akan menghilangkan stigma negatif yang melekat pada tubuh anak punk. "Mereka juga bisa peduli pada lingkungan dan keadaan sosial," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon