Jubir Jokowi-JK Tantang Sekjen Gerindra Bawa JSI, LSN, Puskaptis untuk Buka Data

Jumat, 11 Juli 2014 | 13:20 WIB
MS
JS
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: JAS
Deputi bidang energy tim transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto.
Deputi bidang energy tim transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto. (Istimewa)

Jakarta - Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, mendesak Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, segera mendorong lembaga survei yang hasil hitungan cepatnya (quick count) mengunggulkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk bersedia diaudit dan membuka datanya.

"Kalau Muzani berani, datang dengan JSI, Puskaptis, LSN, dan IRC dengan membawa data-data dari TPS mana saja quick count tersebut diambil, serta metodologinya, maka itu baru sikap seorang sekretaris jenderal partai," tantang Hasto di Jakarta, Jumat, (11/7).

Dia juga menyesalkan pernyataan Ahmad Muzani yang menyatakan bahwa pada tahun 2004 klaim Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi menang quick count, dan real count Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla menang, merupakan pernyataan yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan oleh seorang sekretaris jenderal dan anggota DPR RI.

"Dalam situasi seperti ini sebaiknya semua pihak menjaga suasana kondusif dan ikut mengawasi rekapitulasi hasil penghitungan suara," katanya.

Hasto menduga upaya Muzani tersebut untuk membangun persepsi bahwa segala sesuatunya bisa berubah.

"Ketika rakyat sudah berdaulat dan menentukan pilihannya, sebaiknya kita hormati pilihan rakyat. Pernyataan Muzani itu seolah mengisyaratkan masih adanya hal-hal khusus yang akan dijalankan, yang seolah ingin mengubah hasil quick count yang dilakukan oleh lembaga kredibel," ujar Wakil Sekjen PDI Perjuangan itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon