Jubir Jokowi-JK: JSI dan Puskaptis Harus Tunjukkan Tanggung Jawab dengan Bersedia Diaudit

Rabu, 16 Juli 2014 | 12:46 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Suara Pembaruan/C-6/C-6)

Jakarta - Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya menyesalkan ketidakhadiran Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) untuk diaudit oleh Dewan Etik Persepi, yang terdiri dari tokoh yang kredibel, profesional, dan independen.

Demikian halnya dengan ketidakjelasan Jaringan Survei Indonesia (JSI) untuk menyatakan kesediaannya dilakukan uji publik.

"Puskaptis dan JSI terlalu jauh masuk ke ranah politik kekuasaan. Suatu sikap yang tidak elok, namun juga tidak terpuji. Di tengah tuntutan pentingnya tanggung jawab terhadap metodologi dan sampel hitung cepat yang seharusnya begitu mudah dipenuhi," kata Hasto di Jakarta, Rabu (16/7).

Menurunya, sikap Puskaptis dan JSI tersebut, tidak hanya berpotensi menimbulkan ketegangan politik. Apalagi kedua lembaga tersebut masih mempertahankan klaim kemenangan Prabowo-Hatta, yang didasarkan pada hitung cepatnya.

Hasto pun menyarankan agar cawapres Hatta Rajasa, yang dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi kaidah metodologi dalam survei dan memahami keakuratan hitung cepat, segera mendorong kedua lembaga tersebut untuk bersedia menjalani pemeriksaan dewan etik.

"Atau setidaknya mengumumkan secara luas bagaimana metodologinya, dan dari TPS mana saja sampel hitung cepat mereka berasal," ujar Hasto.

Dia menilai, respons yang kurang kooperatif dari JSI dan Puskaptis bisa menimbulkan persepsi bahwa jangan-jangan ada kekuatan besar yang menghalang-halangi mereka, sehingga tidak bersedia diaudit.

"Atau jangan-jangan ini merupakan strategi buying time terhadap dugaan bekerjanya operasi khusus, yang mencoba melakukan manipulasi hasil rekapitulasi penghitungan suara," katanya.

Hasto, yang juga menjabat Wakil Sekjen PDI Perjuangan juga meminta seluruh kekuatan prodemokrasi, masyarakat, dan para akademisi yang memperjuangkan kebenaran akademis, termasuk dalam metodologi survei untuk bersatu. Sebab ketika kekuatan kebenaran sudah disatukan dengan semangat sama untuk mengawal suara rakyat agar terbebas dari manipulasi, maka sekokoh apapun kekuatan gelap, tidak akan mampu melawan suara kebenaran rakyat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon