Enggan Diaudit, JSI dan Puskaptis Pilih Mundur dari Asosiasi

Rabu, 16 Juli 2014 | 17:51 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junainto Sihaloho | Editor: B1
Ilustrasi Lembaga Survei.
Ilustrasi Lembaga Survei. (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)

Jakarta - Dua lembaga anggota Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) tak mau hadir untuk mempertanggungjawabkan serta membuka cara melaksanakan quick count Pilpres 2014 yang memenangkan pasnagan Prabowo-Hatta.

Kedua lembaga itu adalah Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Puskaptis.

Ketua Dewan Etik Persepi, Hari Wijayanto, menerangkan bahwa pihaknya sudah menyediakan waktu dua hari untuk mengaudit sembilan lembaga yang melaksanakan 7 proses quick count, yakni sejak 15 Juli lalu. Namun dua lembaga dimaksud tak memenuhi prosedur dimaksud.

Untuk JSI, perwakilannya hadir untu mengantarkan sebuah surat yang isinya menyatakan pengunduran diri dari Persepi.

"Dengan alasan tidak ingin terlalu jauh masuk dalam polemik hitung cepat pilpres 2014. JSI pun menghimbau untuk menunggu hasil pleno rekapitulasi suara KPU pada 22 Juli 2014," kata Hari, di Jakarta, Rabu (16/7).

Pernyataan JSI itu senada dengan pernyataan para anggota Timses Prabowo-Hatta yang selama ini menyerukan agar quick count tak perlu diperhatikan dan lebih baik menunggu hasil real count KPU.

Sementara Puskaptis tak hadir dan berpendapat bahwa audit harus dilakukan terhadap semua lembaga survei setelah KPU mengumumkan hasil pilpres pada 22 Juli mendatang. Audit juga harus dilakukan secara transparan dan independen tanpa intervensi.

Puskaptis menilai Badan Etik Persepi tidak objektif karena ada Saiful Mujani menjadi Anggota Dewan Etik. Untuk mempertanggungjawabkan secara moral, sosial, profesionalitas, kredibilitas, Puskaptis meminta semua lembaga duduk bersama dan menandatangani pernyataan sikap bahwa yang hasil quick count-nya salah, berbeda dengan real count KPU, harus siap untuk dibubarkan.

Untuk diketahui, Saiful Mujani tak masuk ke dalam Tim Khusus yang mengaudit, yang dibentuk Persepi, seperti dituduhkan oleh Puskaptis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon