RSA Indonesia Gelar Aksi Simpatik Mudik Selamat
Minggu, 27 Juli 2014 | 07:44 WIB
Jakarta - Arus mudik dan balik Lebaran kerap menjadi sorotan. Persoalan utama yang mencuat adalah kemacetan arus kendaraan dan kecelakaan lalu lintas jalan.
Musim mudik Lebaran tahun 2013 ada 50 orang tewas tiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Angka itu, mengutip data Korlantas Mabes Polri, turun sekitar 12 persen dibandingkan korban tewas pada periode sama tahun 2012 yang rata-rata 57 jiwa.
RSA Indonesia berpendapat para stakeholder keselamatan jalan selama arus mudik dan balik Lebaran terlihat amat bersinergi, patut diapresiasi. Upaya mereka menurunkan fatalitas kecelakaan ada hasilnya. Hal itu selaras dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat membuka sidang kabinet paripurna yang membahas persiapan Lebaran di kantor Presiden, di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2013.
Faktanya, seperti dilansir Korlantas Mabes Polri, kasus kecelakaan lalu lintas jalan pun bisa diturunkan sangat signifikan, yakni sekitar 30 persen. Bila pada 2012, rata-rata per hari terjadi 327 kasus kecelakaan, setahun kemudian melorot menjadi 230 kasus. Penghitungan dilakukan dalam rentang 16 hari, yakni H-7 hingga H+7 tentu termasuk H1 dan H2.
Pada 2013, selama arus mudik dan balik Lebaran setiap hari rata-rata 230 kasus kecelakaan dan merenggut 50 jiwa per hari. Sekalipun angka-angka itu menurun jika dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya, bagi Road Safety Association (RSA) Indonesia peristiwa itu merupakan persoalan besar.
"Bagi kami, satu nyawa saja melayang di jalan merupakan masalah besar. Karena itu, kami tak bosan melakukan sosialisasi, edukasi, dan advokasi untuk menciptakan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat," tegas Edo Rusyanto, di sela Aksi Simpatik Mudik Selamat yang digelar RSA Indonesia, di Pangkalan Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/7) sore.
Menurut Edo, salah satu cara mengajak publik agar lebih peduli masalah keselamatan berlalu lintas jalan adalah lewat kegiatan seperti aksi simpatik kali ini. Spanduk dipasang di tiga titik Pangkalan Jati, yang merupakan kawasan paling ramai di pintu keluar Jakarta menuju pantai utara (Pantura) Jawa. Selain spanduk berisi pesan ajakan keselamatan jalan, relawan juga membagikan selebaran dengan isi yang serupa. Relawan juga membagikan peta jalur mudik terbaru edisi tahun 2014. Aksi kali ini ditutup dengan buka puasa bersama di sekretariat RSA Indonesia yang terletak di kawasan Pangkalan Jati, Jaktim.
Aksi simpatik kali ini diikuti relawan RSA Indonesia dari berbagai latar belakang. Mereka hadir atas dorongan hati untuk berbagi, saling mengingatkan pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Para relawan tidak mendapat bayaran. Mereka juga dari berbagai komunitas atau kelompok masyarakat, seperti Kulo Bikrs Sanes Gangster (KBSG), YJOCIndonesia, Jabric_Jakarta, YVCIndonesia, Independent Bikers Club (IBC), dan KHCC. Mereka bahu membahu saling memompa semangat dan tak bosan mengajak pemudik untuk menguttamakan keselamatan daripada kecepatan yang ugal-ugalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




