Jelang Harkesnas, Menkes Ajak Sekolah Optimalkan Pelaksanaan UKS
Senin, 18 Agustus 2014 | 22:07 WIBJakarta - Jelang Hari Kesehatan Nasional (Harkesnas) yang diperingati setiap tanggal 12 November, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengajak semua sekolah di Indonesia untuk meningkatkan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Menurutnya, UKS merupakan wadah lintas sektor yang strategis untuk memecahkan masalah-masalah kesehatan. Melalui salah satu programnya yakni Penjaringan Kesehatan di sekolah, diharapkan masalah kesehatan siswa yang berpotensi mengganggu proses belajar bisa terdeteksi. Misalnya saja masalah penglihatan.
"Merayakan Hari Kesehatan Nasional yang ke-50 nanti, saya menyerukan agar kegiatan UKS diangkat secara nasional. Buat kegiatan pelayanan kesehatan untuk anak-anak, terutama saya harapkan pemeriksaan mata, gigi dan telinga," kata Nafsiah Mboi usai berdialog dengan para Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2014 di kantor Kemkes di Jakarta, Senin (18/8).
Untuk melaksanakan program ini, lanjut Menkes, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga siswa yang mengalami gangguan penglihatan nantinya juga bisa mendapatkan bantuan kaca mata.
"Ajak optician untuk memeriksakan mata anak-anak, sehingga masalah yang bisa mengganggu proses belajarnya itu bisa teratasi," ujarnya.
Hal lain yang juga menjadi perhatian Menkes adalah perilaku anak-anak usia sekolah yang sudah mulai merokok. Apalagi berdasarkan data Riskedas 2013, aktifitas merokok ternyata dilakukan oleh 18,3 persen anak usia 15-19 tahun.
"Hari Kesehatan Nasional juga harus dijadikan momentum untuk berperilaku yang menyehatkan. Karena orang-orang yang merokok di usia muda berpotensi mengalami penyakit tidak menular (PTM) di kemudian hari seperti diabetes, jantung, maupun stroke. Kalau dari SMP saja sudah merokok, di usia 30-an nanti penyakit-penyakit ini bisa lebih cepat muncul," kata Menkes.
Tidak hanya membahayakan si perokok maupun orang-orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok, kebiasaan ini bisa membahayakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Saya khawatir JKN akan bangkrut kalau kebiasaan merokok ini tidak segera dihentikan. Karena yang menelan biaya sangat besar dalam program JKN ini adalah PTM yang sebetulnya bisa dicegah dengan tidak merokok dan menjaga pola makan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




