Pemain diluar IPL Dilarang Bela Timnas
Kamis, 8 Desember 2011 | 22:33 WIB
Jika hal ini terlaksana, maka tim nasional Indonesia terancam kehilangan 80 persen kekuatannya.
Kisruh PSSI makin meruncing. PSSI melarang pemain yang memperkuat tim diluar kompetisi resmi Indonesia Premier League untuk membela timnas Indonesia di ajang internasional.
Menurut Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, pihaknya sebenarnya berharap seluruh pemain terbaik Indonesia bisa memperkuat timnas. Sayangnya PSSI harus mengikuti aturan yang ditetapkan FIFA.
"FIFA telah memperingatkan melalui statuta pasal 79. Jika dipaksakan maka kita akan mendapatkan konsekuensinya yaitu sanksi," tegas Djohar di sela-sela Workshop Divisi Utama di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Sesuai pasal 79, yang akan mendapatkan hukuman jika tidak turun di kompetisi resmi tak hanya berlaku bagi pemain lokal dari Indonesia. Sanksi ini juga berlaku bagi pemain asing yang turun di kompetisi tidak resmi.
Pemain asing yang turun di kompetisi bukan resmi saat ini cukup banyak, di antaranya adalah Safee Sali (anggota timnas Malaysia), Zah Rahan (anggota timnas Nigeria) dan Keith Kayamba Gums (Saints Kitts dan Nevis). Saat ini kompetisi resmi yang direstui PSSI adalah Indonesia Premier League (IPL).
"Yang menghancurkan timnas bukan kami (PSSI), tapi mereka yang diluar PSSI," tandas Djohar.
Jika benar-benar hal itu terjadi maka sekitar 80 persen pemain timnas senior dan U-23 yang ada saat ini dipastikan tidak bisa lagi memperkuat tim Merah Putih pada ajang internasional. Karena hampir semuanya turun di kompetisi diluar PSSI.
Pemain timnas baik senior maupun U-23 saat ini banyak yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang dikelola PT Liga Indonesia. Saham PT ini sebetulnya mayoritas milik PSSI, hanya saja saat ini telah dibekukan.
Beberapa pemain andalan timnas yang terancam gagal masuk timnas senior di antaranya Bambang Pamungkas, Firman Utina, M. Nasuha, M. Roby, Hamka Hamzah, M. Ridwan, Ferry Rotinsulu, Cristian Gonzales, M. Ilham dan Ahmad Bustomi.
Sedangkan pemain yang terancam tidak bisa memperkuat timnas U-23 di antaranya adalah Titus Bonai, Patrich Wanggai, Egi Melgiansyah, Diego Michiels, Oktovianus Maniani, Mahardiga Lasut, Hasim Kipuw, Ramdani Lestaluhu dan Andritany Ardhiyasa.
Kisruh PSSI makin meruncing. PSSI melarang pemain yang memperkuat tim diluar kompetisi resmi Indonesia Premier League untuk membela timnas Indonesia di ajang internasional.
Menurut Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, pihaknya sebenarnya berharap seluruh pemain terbaik Indonesia bisa memperkuat timnas. Sayangnya PSSI harus mengikuti aturan yang ditetapkan FIFA.
"FIFA telah memperingatkan melalui statuta pasal 79. Jika dipaksakan maka kita akan mendapatkan konsekuensinya yaitu sanksi," tegas Djohar di sela-sela Workshop Divisi Utama di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Sesuai pasal 79, yang akan mendapatkan hukuman jika tidak turun di kompetisi resmi tak hanya berlaku bagi pemain lokal dari Indonesia. Sanksi ini juga berlaku bagi pemain asing yang turun di kompetisi tidak resmi.
Pemain asing yang turun di kompetisi bukan resmi saat ini cukup banyak, di antaranya adalah Safee Sali (anggota timnas Malaysia), Zah Rahan (anggota timnas Nigeria) dan Keith Kayamba Gums (Saints Kitts dan Nevis). Saat ini kompetisi resmi yang direstui PSSI adalah Indonesia Premier League (IPL).
"Yang menghancurkan timnas bukan kami (PSSI), tapi mereka yang diluar PSSI," tandas Djohar.
Jika benar-benar hal itu terjadi maka sekitar 80 persen pemain timnas senior dan U-23 yang ada saat ini dipastikan tidak bisa lagi memperkuat tim Merah Putih pada ajang internasional. Karena hampir semuanya turun di kompetisi diluar PSSI.
Pemain timnas baik senior maupun U-23 saat ini banyak yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang dikelola PT Liga Indonesia. Saham PT ini sebetulnya mayoritas milik PSSI, hanya saja saat ini telah dibekukan.
Beberapa pemain andalan timnas yang terancam gagal masuk timnas senior di antaranya Bambang Pamungkas, Firman Utina, M. Nasuha, M. Roby, Hamka Hamzah, M. Ridwan, Ferry Rotinsulu, Cristian Gonzales, M. Ilham dan Ahmad Bustomi.
Sedangkan pemain yang terancam tidak bisa memperkuat timnas U-23 di antaranya adalah Titus Bonai, Patrich Wanggai, Egi Melgiansyah, Diego Michiels, Oktovianus Maniani, Mahardiga Lasut, Hasim Kipuw, Ramdani Lestaluhu dan Andritany Ardhiyasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




