Pussy Riot: Tidak Ada Tempat Bagi Putin di G20
Minggu, 31 Agustus 2014 | 06:52 WIB
Sydney - Dua orang anggota kelompok punk asal Rusia, Pussy Riot, telah meminta pemerintah Australia untuk menarik undangan kepada Presiden Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 pada tahun ini.
Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina, yang tengah berada di Sydney untuk berbicara di sebuah festival, menghabiskan 22 bulan di penjara setelah pementasan protes mereka di Katedral Moskow pada tahun 2012.
"Kami berpikir bahwa orang ini tidak memiliki tempat di G20," kata Alyokhina, saat hadir di Sydney Opera House melalui seorang penerjemah.
Kedua wanita ini juga mengatakan, situasi di Rusia sekarang ini sangat represif. Mereka pun tidak dapat mengulangi apa yang telah dilakukan sebelumnya.
"Sayangnya itu tidak akan waktu, bahkan satu detik pun untuk mengulangi kesempatan seperti aksi di Katedral Moskow," kata Alyokhina. "Sekarang tidak mungkin untuk melakukan apa pun."
Tolokonnikova sendiri mengakui, bagi sebagian orang di Rusia, kasus yang menimpa mereka akan terus menjadi dorongan untuk kegiatan politik.
"Kami memiliki suara dan kami berharap bahwa kita menggunakan suara ini dengan benar," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




