Bos QPR: Bujet Transfer Seharusnya Dibatasi

Sabtu, 13 September 2014 | 03:36 WIB
MG
B
Penulis: ME Gunawan | Editor: B1

London - Klub promosi Queens Park Rangers (QPR) bakal menjalani ujian berat di laga lanjutan kompetisi Premier League di pekan keempat dengan bertanding melawan klub raksasa Manchester United di Old Trafford, Minggu (14/9).

Jelang laga tersebut, manajer QPR Harry Redknapp, dalam konferensi persnya, mendesak Premier League untuk memberlakukan pembatasan (spending cap) bujet transfer klub. Redknapp menunjuk ketidakberdayaan QPR yang hanya mengeluarkan puluhan juta euro dibandingkan Setan Merah yang telah menghabiskan hampir € 200 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

"Agar dapat dinilai fair, bukankah kami pun seyogyanya bisa mengeluarkan bujet sebesar yang dikeluarkan Manchester United? Apa yang disebut fair play andaikata satu tim bisa membelanjakan € 200 juta sementara tim lainnya hanya boleh mengeluarkan € 10 juta?" tanya Redknapp.

Lalu, berapa maksimal bujet yang seharusnya diterapkan Premier League? "Supaya adil dan fair, setiap klub diizinkan paling besar membelanjakan € 40 juta untuk meningkatkan komposisi timnya. Selain itu, mereka pun harus diwajibkan mempromosikan para pemain dari tim yunior," tegas Redknapp.

Karena begitu jomplangnya bujet transfer yang dimiliki klub elite dan medioker, Redknapp mengklaim persaingan juara di Premier League hanya akan diperebutkan oleh tim-tim yang selama ini memiliki bujet tinggi.

"Tujuh tim berada jauh di atas 13 tim lainnya. Tak perlu untuk menjadi seorang yang jenius guna memprediksikan tujuh tim yang bakal bercokol di papan atas klasemen akhir. Komposisinya hampir sama persis dengan tujuh tim terbaik di musim lalu," tandas Redknapp.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon