Kebakaran Tewaskan Dua Orang, Puslabfor Olah TKP di Pabrik Garmen

Jumat, 26 September 2014 | 23:33 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS
Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran (Antara/Pradita Utama)

Jakarta -  Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di PT Usi Apparel International, sebuah pabrik garmen di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (26/9) siang. Penyidikan ini sebagai tindak lanjut setelah terjadinya ledakan hebat disertai kebakaran yang melanda pabrik tersebut pada Kamis (25/9) lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Utara, Komisaris Polisi (Kompol) Azhar Nugroho mengatakan dalam penyelidikan penyebab kebakaran pabrik tersebut, Polres Metro Jakarta Utara bekerja sama dengan Puslabfor Mabes Polri untuk melanjutkan olah TKP yang sudah dilakukan Polres Metro Jakarta Utara kemarin (25/9).

"Dari Puslabfor ada satu tim yang terdiri dari tiga orang, dan akan melakukan olah TKP hingga hasil penyeleidikan keluar yang diperkirakan membutuhkan waktu satu minggu," ujar Azhar, Jumat (26/9) sore.

Menurut Azhar, penyebab kebakaran berdasarkan hasil olah TKP saat ini titik api bermula dari seorang karyawati yang menumpahkan thinner bercampur bensol di salah satu celana panjang yang sedang dibersihkan, kemudian saat dilap (dibersihkan) menimbulkan percikan api dan langsung meledak dan menyebabkan api tersebar.

"Untuk sementara aktivitas produksi pabrik dihentikan dan seluruh karyawati diliburkan sampai hasil lab keluar," lanjut Azhar.

Sementara itu, Kusuma (35), selaku pengawas bagian cutting di pabrik tersebut menjelaskan bahwa PT Usi Apparel International merupakan pabrik garmen yang memproduksi celana panjang bahan laki-laki yang semua hasil produksinya diekspor ke Korea. Menurut Kusuma, awal mula kebakaran berasal dari ruang Cleaning Garment berukuran 2x4 meter di lantai dasar pabrik.

Di ruangan tersebut para pekerja membersihkan kain celana panjang yang diproduksi dari minyak mesin yang menempel pada bagian celana menggunakan cairan bensol bercampur thinner. "Gabungan cairan tersebut bila dibiarkan terbuka, maka mudah sekali terbakar bila timbul gesekan, untung saja ledakan di ruangan tersebut tidak sampai ke ruang mesin boiler, kalau sampai merambat ke sana, habis semua kita" ujar Kusuma.

Kusuma mengungkapkan sebagian besar pekerja di pabrik tersebut hampir semuanya perempuan, sedangkan pekerja laki-laki hanya ada di bagian mengangkat barang-barang di gudang dan model untuk celana panjang. "Makanya saat terjadi ledakan, dari empat karyawati yang ada di ruangan Cleaning Garment, dua berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua yang terjebak nyala api meninggal, suasana saat itu panik, semua pekerja baik di lantai dasar dan lantai dua langsung menyelamatkan diri keluar melalui pintu darurat yang ada di samping bangunan pabrik," ungkap Kusuma.

Menurut Kusuma, kerugian yang diakibatkan ledakan dan kebakaran tersebut bisa mencapai miliaran rupiah. Hal ini disebabkan salah satunya selain karena kerusakan pabrik dan bahan, juga karena omset yang hilang karena tidak produksi selama proses olah TKP oleh kepolisian dan perbaikan bagian bangunan yang meledak.

"Ongkos produksi celana panjang ini $2,8 untuk satu celana, sedangkan target produksi celana ini per hari mencapai 2500 pieces (omset sekitar Rp 84 juta per hari), memang harganya agak mahal karena bahan yang digunakan agak tebal menyesuaikan cuaca di negara tujuan ekspor dan produk yang kami buat juga memiliki garansi selama dua tahun," tandas Kusuma.

Menurut hasil pemantauan Suara Pembaruan di dalam gedung pabrik tersebut, memang ventilasi ruangan produksi dan penjahitan sangat minim baik di lantai dasar maupun di lantai dua, selain itu tidak dilengkapinya bangunan dengan standar pemadaman api yang biasa terpasang dibagian internit (plafon) atap ruangan juga membuat ruangan pabrik tersebut rentan menimbulkan kebakaran hebat bila api menyambar ruangan mesin yang hanya berjarak sekitar tiga meter dari ruangan Cleaning Garment yang menyimpan cairan mudah terbakar. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon